Embun Upas Muncul di Bromo, Wisatawan Serasa Lihat Salju

- Publisher

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hamparan pasir di Bromo tertutup upas atau embun es . (Foto: dok Camat Tosari, Kab Pasuruan)

i

Hamparan pasir di Bromo tertutup upas atau embun es . (Foto: dok Camat Tosari, Kab Pasuruan)

Bicarasurabaya.com – Fenomena embun upas atau embun es kembali menyelimuti kawasan Gunung Bromo seiring turunnya suhu udara saat musim kemarau. Kristal-kristal es tipis yang muncul di lautan pasir dan dedaunan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Pemandangan tersebut dinikmati Mariska, wisatawan asal Makassar yang berkunjung ke Bromo. Ia mengaku terkejut dengan suhu dingin yang terasa jauh lebih ekstrem dibanding perkiraannya.

“Cuacanya cerah, tapi dingin sekali. Di lautan pasir tadi sempat terlihat kristal tipis seperti salju,” ujar Mariska, Senin (8/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum menuju Penanjakan 1, Mariska dan suaminya sudah diingatkan kerabatnya untuk mengenakan jaket tebal dan sarung tangan. Persiapan itu membuat mereka tetap nyaman menikmati panorama matahari terbit dan hamparan lautan pasir Bromo.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000, Kini Rp2,655 Juta

Bagi masyarakat Tengger, fenomena ini dikenal dengan sebutan “buntas”. Pemandu wisata sekaligus warga Tengger, Dharma, menjelaskan embun upas terbentuk ketika suhu udara turun sangat rendah hingga memunculkan kristal es tipis di permukaan pasir maupun dedaunan.

“Biasanya terlihat di lautan pasir, kawasan Widodaren, dan dedaunan di jalur menuju lautan pasir,” katanya, Selasa (9/6/2026).

Fenomena tersebut umumnya hanya muncul pada dini hari hingga sesaat setelah matahari terbit. Saat sinar matahari mulai menghangatkan permukaan tanah, kristal es perlahan mencair dan menghilang.

Baca Juga:  Persebaya vs Persib: Tavares Sebut Bajol Ijo Nothing to Lose

Meski suhu udara terasa menusuk, kondisi tersebut masih dinilai aman bagi wisatawan. Namun, pengunjung disarankan mengenakan pakaian hangat, sarung tangan, penutup kepala, dan perlengkapan lain untuk melindungi diri dari hawa dingin.

Selain menghadirkan embun upas, musim kemarau juga membuat langit Bromo cenderung lebih cerah. Kondisi ini memungkinkan wisatawan menikmati panorama pegunungan dengan jarak pandang yang lebih baik.

Camat Tosari, Bachtiar Prihatin Bahri, mengatakan suhu dingin mulai terasa sejak awal Juni. Dalam beberapa hari terakhir, suhu di kawasan Bromo berkisar 5 hingga 9 derajat Celsius.

Baca Juga:  Lebaran 2026, Pariwisata Jatim Diserbu 5,3 Juta Wisatawan

“Bahkan kemarin sempat mencapai 1 derajat Celsius,” ujarnya.

Menurut Bachtiar, suhu rendah tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal Agustus seiring puncak musim kemarau di kawasan pegunungan Bromo-Tengger-Semeru.

Bagi sebagian wisatawan, embun upas memang menghadirkan udara yang menusuk. Namun di sisi lain, fenomena yang hanya muncul pada waktu-waktu tertentu ini justru menjadi salah satu daya tarik alam yang paling dinantikan saat musim kemarau tiba di Bromo.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB