PMK Naik, Pemprov Jatim Salurkan 453 Ribu Vaksin

- Publisher

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Meningkatnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di awal 2026. Salah satu langkah utama yang ditempuh adalah percepatan vaksinasi massal untuk melindungi populasi ternak sekaligus menjaga stabilitas ekonomi peternak rakyat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, vaksinasi diprioritaskan karena Jawa Timur menjadi salah satu lumbung ternak nasional. Perlindungan populasi ternak dinilai krusial untuk mencegah dampak ekonomi yang lebih luas.

“Jawa Timur lumbung ternak nasional. Vaksinasi serentak kami dorong untuk membentuk kekebalan kelompok dan melindungi populasi ternak. Tahap pertama kami salurkan 453 ribu dosis,” kata Khofifah dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).

Pemprov Jatim melalui Dinas Peternakan menetapkan pelaksanaan Gerakan Vaksinasi PMK Serentak pada 29 Januari 2026 di seluruh kabupaten/kota. Ribuan dokter hewan dan petugas kesehatan hewan diterjunkan langsung untuk melakukan penyuntikan vaksin di kandang-kandang peternak.

Sebagai tahap awal, sebanyak 453 ribu dosis vaksin PMK mulai didistribusikan ke 38 kabupaten/kota. Program vaksinasi ini dijadwalkan berlangsung bertahap hingga September 2026.

Vaksin tahap pertama disalurkan melalui Dinas Peternakan Provinsi kepada dinas terkait di daerah untuk segera digunakan di lapangan. Distribusi skala besar ini menjadi bagian dari strategi percepatan pengendalian PMK di Jawa Timur.

Baca Juga:  BMKG Catat Gempa M 5,6 Guncang Pacitan Sabtu Sore

Pemprov Jatim juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian RI. Untuk tahun 2026, pemerintah pusat telah mengalokasikan 1.510.000 dosis vaksin PMK khusus bagi Jawa Timur.

Selain vaksinasi, pengendalian PMK dilakukan melalui penguatan biosekuriti kandang, pengawasan ketat lalu lintas ternak, serta edukasi peternak. Petugas kesehatan hewan juga disiagakan di pasar hewan guna mencegah peredaran ternak sakit.

Pemprov Jatim juga menyiapkan opsi penutupan sementara pasar hewan di wilayah dengan tingkat kasus tinggi atau masuk zona merah.

Baca Juga:  Posyandu Jatim Didorong Jadi Pusat Layanan 6 SPM

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Satgas PMK kembali diaktifkan dengan melibatkan BPBD, aparat kewilayahan, TNI, dan Polri. Unsur kelurahan hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas ikut dilibatkan dalam pemantauan dan pendampingan peternak.

Khofifah mengimbau pemerintah daerah serta peternak meningkatkan kewaspadaan dan bersikap kooperatif saat vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan ternak dilakukan.

“Kami minta vaksinasi dipercepat, manajemen pakan diperbaiki, dan kesehatan ternak dijaga agar penyebaran PMK bisa ditekan,” pungkasnya.(BS/za) 

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB