440 Titik Genangan Rampung, Surabaya Minta Pusat Normalisasi Sungai

- Publisher

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Pemkot Surabaya terus mempercepat penanganan banjir dan genangan di berbagai wilayah. Dari 1.015 titik genangan yang dipetakan sejak 2020, sebanyak 440 titik telah berhasil ditangani hingga 2025. Tahun ini, sekitar 120 titik lainnya menjadi target penanganan melalui pembangunan drainase dan normalisasi saluran.

Isi Berita:

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan penanganan genangan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah kota. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat diperlukan, terutama untuk normalisasi sungai yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penanganan genangan tidak bisa dilakukan Surabaya sendiri. Ada kewajiban pemerintah pusat yang juga harus segera dijalankan,” kata Hidayat, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga:  Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,76% Sepanjang 2025

Ia menjelaskan sedimentasi di Sungai Surabaya, Kalimas, dan Kali Jagir sudah cukup tinggi sehingga mengurangi kapasitas aliran air. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani melalui pengerukan.

Selain normalisasi sungai, Hidayat juga mendorong percepatan pembangunan pintu air di muara Kali Jagir. Menurutnya, pembangunan saluran baru tidak akan optimal apabila aliran di hilir masih mengalami pendangkalan.

“Percuma membangun banyak saluran kalau muaranya masih dangkal,” ujarnya.

Pemkot Surabaya, lanjut Hidayat, telah mengirim surat kepada pemerintah pusat agar normalisasi sungai dan pembangunan pintu air segera direalisasikan.

Sementara itu, Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya, Adi Gunita, mengatakan penanganan genangan dilakukan berdasarkan pemetaan yang telah disusun sejak 2020. Dari 1.015 titik genangan yang teridentifikasi, sekitar 440 titik telah selesai ditangani hingga akhir 2025.

Baca Juga:  Posko THR Jatim Terima 20 Aduan Pekerja Jelang Lebaran

Pada 2026, Pemkot menargetkan penanganan sekitar 120 titik genangan. Program tersebut mencakup pembangunan saluran baru sekaligus normalisasi drainase yang sudah ada agar kapasitasnya tetap terjaga.

Adi menegaskan normalisasi saluran menjadi bagian penting dalam pengendalian banjir. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak akan efektif tanpa perawatan rutin.

“Percuma membangun saluran kalau tidak dirawat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemkot Surabaya menangani sekitar 340 saluran yang menjadi kewenangannya. Sementara sekitar 30 saluran primer merupakan kewenangan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga diperlukan kolaborasi lintas instansi.

Baca Juga:  Surabaya Kerahkan Tim PRJ Jaga 54 Ruas Jalan Protokol

Menurut Adi, penanganan saluran di kawasan permukiman juga tidak akan maksimal apabila saluran primer di bagian hilir tidak ikut dinormalisasi.

Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemkot Surabaya, pemerintah pusat, dan Pemprov Jawa Timur agar upaya pengendalian banjir berjalan optimal.

Di sisi lain, Adi juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan saluran drainase dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, sampah yang menyumbat saluran dapat mengurangi kapasitas drainase sekaligus membebani kinerja rumah pompa, sehingga berpotensi memicu genangan saat hujan deras. (cit) 

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB