Banyak Mahasiswa PTS Kesulitan Bayar Kuliah, Pemkot Surabaya Ubah Skema Beasiswa

- Publisher

Senin, 26 Januari 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat audiensi bersama para rektor Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Minggu (25/1/2026) (Foto: Pemkot Surabaya)

i

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat audiensi bersama para rektor Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Minggu (25/1/2026) (Foto: Pemkot Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah skema Beasiswa Pemuda Tangguh bagi mahasiswa. Ini setelah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima laporan banyaknya mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) dari keluarga prasejahtera yang mengalami kesulitan membayar biaya kuliah.

Keprihatinan tersebut disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi usai menggelar pertemuan dengan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI) Jawa Timur, Minggu (25/1/2026).

Dalam pertemuan itu, para rektor PTS menyampaikan kondisi mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin atau Desil 1-5, bahkan sebagian terancam drop out (DO) karena menunggak uang kuliah tunggal (UKT).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eri mengungkapkan mayoritas mahasiswa dari keluarga prasejahtera justru menempuh pendidikan di PTS. Ia mengaku semakin prihatin setelah mendengar laporan adanya mahasiswa yang hampir DO akibat keterlambatan pembayaran UKT.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemkot Surabaya berencana memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa PTS dari keluarga miskin Desil 1-5. Selain itu, Pemkot juga akan merevisi Peraturan Wali Kota (Perwali) lama tentang Tata Cara Pemberian Beasiswa agar lebih tepat sasaran.

Baca Juga:  Musrembang Digelar, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Program Prioritas

“Berarti, yang seharusnya saya sentuh sesuai dengan janji sumpah saya sebagai wali kota adalah mengentaskan kemiskinan dan membantu orang miskin, bukan membantu segelintir orang yang kaya. Maka, saya juga harus membantu yang berada di PTS sehingga anak ini bisa menjadi sarjana dan mengubah nasib keluarganya,” kata Eri.

Eri menjelaskan, berdasarkan data dari para rektor PTS, jumlah mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin mencapai ratusan orang. Salah satunya di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya, yang mencatat sekitar 300 mahasiswa masuk kategori Desil 1-5.

Oleh karena itu, Eri meminta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya untuk segera melakukan sinkronisasi data mahasiswa PTS dengan data milik Pemkot Surabaya.

“Berarti kan banyak. Maka di situlah nanti saya meminta data-data yang dari PTS, mahasiswa-mahasiswanya yang masuk Desil 1-5 tidak mampu, kami cocokkan dengan data kami. Setelah cocok akan diberikan bantuannya,” terangnya.

Setelah proses sinkronisasi data selesai, Pemkot Surabaya akan memberikan bantuan UKT kepada mahasiswa PTS dari keluarga tidak mampu. Bantuan tersebut diberikan kepada mahasiswa baru maupun mahasiswa aktif yang masih menjalani perkuliahan namun mengalami kesulitan membayar UKT.

Baca Juga:  Wali Kota Eri Minta Pengurus RT/RW, LPMK dan Tenaga Kontrak Pemkot Mundur Bila Daftar Caleg

“Jadi tidak hanya yang baru saja, tapi yang masih kuliah kemudian tidak bisa membayar (uang) kuliah dan masuk Desil 1-5, akan kita tutup UKT-nya. Sehingga ini bisa menggerakkan (program) Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana di Surabaya,” tuturnya.

Eri berharap bantuan UKT tersebut dapat mencegah mahasiswa PTS dari keluarga miskin mengalami DO akibat kendala ekonomi.

“Karena mahasiswa yang masuk Desil 1-5 ada yang mengatakan, ‘nggak mood (kuliah), saya pasti di-DO nih, karena nggak bisa bayar UKT’. Insyaallah nanti akan kita kumpulkan, agar punya semangat dan bisa mengubah ekonomi keluarganya,” sebutnya.

Eri menambahkan, program UKT gratis bagi mahasiswa Desil 1-5 tidak dibatasi kuota. Selain itu, Pemkot Surabaya juga memberikan kebebasan bagi calon mahasiswa baru untuk memilih PTS manapun di Kota Surabaya.

“UKT adalah urusan pemerintah dengan perguruan tinggi, yang pasti nanti anak ini mau masuk manapun terserah. Tapi, saya mengajarkan kejujuran, melalui apa yaitu tes, apakah itu SNBT, SNBP, atau tes yang berada di swasta sehingga mereka punya peluang yang sama. Dan pada akhirnya pemerintah itu memang betul-betul hadir untuk orang yang tidak mampu,” tambahnya.

Baca Juga:  Pakar Hukum Unair Pastikan Langkah Pemkot Surabaya Selesaikan Surat Ijo Sudah Sesuai Aturan

Sementara itu, Ketua ABP-PTSI Jawa Timur Budi Endarto menilai kebijakan Wali Kota Eri Cahyadi sebagai langkah berani dan strategis. Ia menyebut, selama ini mahasiswa dari keluarga miskin Desil 1-5 memang banyak berkuliah di PTS.

“Ini mungkin akan menjadi suatu gerakan yang revolusioner. Dan ternyata (keluarga miskin) melimpah di PTS,” kata Ketua ABP-PTSI sekaligus Rektor Universitas Wijaya Putra tersebut.

Budi berharap program beasiswa dan bantuan pendidikan dari Pemkot Surabaya dapat mendukung target Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana, dengan melibatkan peran aktif perguruan tinggi swasta.

“Oleh karena itu, harapan kami dari perguruan tinggi swasta bisa memiliki kontribusi dan mengawal bahwa target capaian meningkatkan kualitas (pendidikan) itu juga ada di perguruan tinggi swasta,” pungkasnya. (Yan/Bs)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB