Jalankan Instruksi Presiden, Wali Kota Eri Cahyadi Perkuat Rantai Pasok Hotel dan UMKM

- Publisher

Senin, 16 Februari 2026 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatangan NKB dengan 38 hotel di Lobby Balai Kota Surabaya, Jumat (6/2/2026).

i

Penandatangan NKB dengan 38 hotel di Lobby Balai Kota Surabaya, Jumat (6/2/2026).

Bicarasurabaya.com – Kota Surabaya memasuki babak baru dalam penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama (NKB) dengan 38 hotel, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendorong integrasi kebutuhan industri perhotelan dengan produk UMKM lokal.

Kesepakatan yang dirintis bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur selama hampir enam bulan tersebut membuka peluang pasokan komoditas dalam skala besar. Mulai dari kebutuhan bahan pangan hingga perlengkapan kamar perhotelan, akan dipenuhi oleh pelaku UMKM Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa proses menuju penandatanganan NKB memerlukan komunikasi intensif dengan PHRI Jawa Timur. Pada tahap awal, NKB ini melibatkan sekitar 38 hotel di Kota Pahlawan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi NKB ini menindaklanjuti pertemuan kita dengan PHRI beberapa waktu lalu,” ujar Wali Kota Eri usai acara penandatanganan NKB di Lobby Balai Kota Surabaya, Jumat (6/2/2026).

Dalam pertemuan sebelumnya, Pemkot Surabaya menawarkan kemudahan perizinan bagi para pelaku industri perhotelan dan restoran. Namun, Wali Kota Eri menegaskan bahwa kemudahan tersebut harus sejalan dengan manfaat nyata yang didapat oleh masyarakat sekitar.

“Kami sampaikan pemerintah kota itu akan memberikan kemudahan, baik dalam perizinan dan lain-lainnya. Tapi kami juga meminta apa yang bisa didapatkan, bukan untuk pemerintah kota, tapi untuk warga Kota Surabaya, agar investasi ini bermanfaat untuk warga sekitar,” katanya.

Baca Juga:  PGRI Anugerahi Wali Kota Risma Tokoh Pendidikan Surabaya

Selain memperkuat rantai pasok lokal, kolaborasi ini juga diarahkan untuk meningkatkan tingkat hunian hotel pascapandemi Covid-19. Bahkan, Pemkot Surabaya berencana mengintegrasikan berbagai kegiatan dengan jaringan hotel untuk memperluas promosi kota melalui jejaring industri perhotelan.

“Ketika hotel ini punya jaringan, maka kegiatan di Surabaya juga bisa dimunculkan di tempat-tempat mereka yang ada di Indonesia Timur dan tempat lain,” tuturnya.

dok. Produk UMKM Kota Surabaya (Pemkot Surabaya)
dok. Produk UMKM Kota Surabaya (Pemkot Surabaya)

Namun, ia kembali menegaskan bahwa inti dari kesepakatan NKB terletak pada penguatan rantai pasok. Pihak hotel membuka daftar kebutuhan, mulai dari bahan pangan hingga perlengkapan kamar. Sedangkan UMKM Surabaya dituntut memenuhi kebutuhan itu sesuai standar dan kualitas yang ditetapkan.

“Karena secara otomatis pemerintah kota harus bisa memenuhi kebutuhan mereka (perhotelan) sesuai dengan standar dan kualitas yang mereka tetapkan,” tegasnya.

Wali Kota Eri pun menggarisbawahi bahwa program ekonomi kerakyatan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya kehadiran negara bagi masyarakat miskin dan tidak mampu.

“Pak Presiden sudah menyampaikan, negara harus hadir untuk warga miskin, kita harus hadir untuk orang yang tidak mampu. Maka pemerintah kota juga harus support dan berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi warganya,” jelasnya.

Ia juga menyinggung peran investor dalam menopang pembangunan Surabaya melalui pajak. Menurutnya, pembiayaan infrastruktur hingga layanan pendidikan dan kesehatan gratis bersumber dari kontribusi para pelaku usaha. “Untuk membangun infrastruktur, untuk orang miskin, untuk sekolah gratis, itu semuanya dari pajak. Dan pajak itu dari para investor,” imbuhnya.

Baca Juga:  Wali Kota Eri Berharap SRRL Jadi Solusi Transportasi Massal Terpadu Tanpa Ganggu Angkutan Lokal

Karenanya, Wali Kota Eri menyampaikan apresiasi kepada para investor yang telah berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya.

“Saya matur nuwun (terima kasih) kepada seluruh investor yang ada di Surabaya, baik hotel, restoran, maupun apapun itu. Karena (mereka) sejatinya adalah wali kota yang memberikan bantuan melalui kewajiban pajaknya untuk kami salurkan kepada masyarakat Surabaya,” ujar dia.

Di lokasi yang sama, Ketua PHRI Jawa Timur, Puguh Sugeng Sutrisno, menyambut positif kolaborasi antara industri perhotelan dan Pemkot Surabaya. Ia berharap jumlah hotel di Kota Pahlawan yang bermitra dengan UMKM terus meningkat.

“Terima kasih saya ucapkan kepada semua yang sudah menandatangani NKB. Semoga yang 38 ini semakin hari, semakin bulan, akan bertambah untuk yang bekerjasama dengan UMKM,” ujar Puguh.

Pada sisi lain, Puguh juga mengapresiasi dukungan pemkot terkait revisi Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Surabaya tahun 2026. Menurutnya, dukungan ini akan memberikan ruang bagi industri perhotelan untuk lebih stabil secara finansial. “Sehingga kami bisa terus bersinergi dengan UMKM demi kemajuan ekonomi Surabaya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Percantik Taman Pasif di Jalan Raya Darmo
dok. UMKM produksi sandal Hotel di Kota Surabaya (Pemkot Surabaya)
dok. UMKM produksi sandal Hotel di Kota Surabaya (Pemkot Surabaya)

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, menjelaskan program pasokan komoditas hotel yang berjalan sejak pada 2022-2025, kini diperkuat melalui proses kurasi kesiapan pasokan dan kebutuhan kedua belah pihak.

“Pada tahap awal pelaksanaan program ini, sebanyak 38 unit hotel akan terlibat, mulai dari hotel bintang dua hingga hotel bintang lima yang tersebar di Kota Surabaya,” ujar Herry.

Berdasarkan hasil rekapitulasi kebutuhan hotel yang telah dihimpun, Herry menuturkan bahwa terdapat sejumlah komoditas utama yang dibutuhkan setiap bulan. Di antaranya, daging ayam 5,6 ton dan daging sapi 600 kilogram.

“Kemudian sayur-sayuran 4,7 ton, buah-buahan 12 ton dan susu segar 3.200 liter. Ada pula bahan pokok berupa beras 3,5 ton, telur 8 ton, minyak goreng 2,6 ton dan gula 4,3 ton per bulan,” papar Herry.

Selain bahan pangan, Herry menyebutkan bahwa terdapat pula kebutuhan kamar untuk tamu hotel. Di antaranya slipper sebanyak 39.000 pieces, kue kering dan snack, serta amenities seperti sabun dan sampo.

“Beragam kebutuhan itu diharapkan dapat dipenuhi oleh supplier lokal khususnya UMKM, yang telah memenuhi standar yang ditetapkan serta berkelanjutan ke semua usaha hotel dan pariwisata di Kota Surabaya,” pungkasnya. (ADV)

Berita Terkait

Maraton ISOPLUS Putar Rp74,78 Miliar, Tapi Banjir Protes Penutupan Jalan
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 2.000 Jadi Rp 2,574 Juta per Gram
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 5.000 Jadi Rp 2,576 Juta
Harga BBM Pertamina Oktober 2026 Tak Naik, Ini Daftar Lengkapnya
Harga Emas Antam Naik Rp15 Ribu Jadi Rp2,595 Juta per Gram
Harga Emas Antam Turun Rp16 Ribu, Kini Rp2,597 Juta per Gram
Harga Emas Antam Naik Rp 23 Ribu, Kini Rp 2,613 Juta per Gram
Kolaborasi Pemkot Surabaya, Kejati Jatim dan BPN Berhasil Selamatkan Aset Senilai Rp1 Triliun

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Maraton ISOPLUS Putar Rp74,78 Miliar, Tapi Banjir Protes Penutupan Jalan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 2.000 Jadi Rp 2,574 Juta per Gram

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 5.000 Jadi Rp 2,576 Juta

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Harga BBM Pertamina Oktober 2026 Tak Naik, Ini Daftar Lengkapnya

Rabu, 30 September 2026 - 10:15 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp15 Ribu Jadi Rp2,595 Juta per Gram

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB