PAD Jawa Timur Baru Terealisasi 63 Persen

- Publisher

Senin, 30 Agustus 2021 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Kantor Samsat Induk /Ist

i

Ilustrasi: Kantor Samsat Induk /Ist


Bicarasurabaya.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) per tanggal 31 Juli 2021, tercatat baru terealisasi sekitar 63 persen. Capaian ini terhitung Rp 8 triliun dari target PAD Jatim pada tahun 2021 sebesar Rp13 triliun.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur, Hidayat usai menggelar rapat dan evaluasi bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jatim, Senin (30/8/2021).

“Kebetulan Kepala Bapenda baru, kita ingin tahu visi misinya sekaligus terobosan-terobosan apa ke depan. Tadi melaporkan bahwa per tanggal 31 Juli 2021, ada penurunan pendapatan asli daerah, terutama dari pajak kendaraan bermotor,” kata Hidayat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain pajak kendaraan bermotor, Hidayat menyebut, penurunan pendapatan daerah juga terjadi pada beberapa sektor. Di antaranya, Pajak Air Permukaan (PAP), hingga pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BB NKB). Penurunan ini salah satunya disebabkan karena dampak pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Raih Dua Penghargaan Terkait Pelayanan Publik

“Ini disebabkan karena efek dari pandemi dimana dalan beberapa bulan terakhir diterapkan PPKM darurat, sehingga orang ada keterbatasan keluar dan sekaligus secara ekonomi terdampak pada kemampuan masyarakat membayar keeajiban pajak kepada Bapenda,” ujarnya.

Oleh karena itu, Komisi C DPRD Jatim kemudian melakukan rapat evaluasi bersama Bapenda dalam upaya mengoptimalkan kembali wajib pajak. Di sisi lain, Hidayat menargetkan, bahwa dalam 120 hari ke depan, Bapenda Jatim harus dapat meningkatkan PAD melalui berbagai terobosan.

“Nah, ini catatan penting, sehingga kita evaluasi sekaligus kita minta, karena sudah turun (kasus Covid-19) dalam 120 hari atau 4 bulan ke depan harus ada terobosan-terobosan dan aksi-aksi yang brilian sehingga PAD kita bisa meningkat,” terangnya.

Ia menjelaskan, bahwa per tanggal 31 Juli 2021, dari target PAD Rp 13 triliun baru tercapai sekitar Rp8 triliun rupiah. Setidaknya ada sekitar Rp 5 triliun pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan Bapenda Jatim ke depan.

Baca Juga:  Pelayanan Publik Jatim Terbaik Nasional 2025, IPP Tertinggi

“Ini saya kira tidak mudah, oleh karena itu Komisi C minta Bapenda harus ada terobosan-terobosan,” ujar Politisi Partai Gerindra ini.

Ia mencontohkan, bahwa insentif untuk meningkatkan wajib pajak dapat dilakukan Bapenda dengan mengadakan program pemotongan atau diskon pajak. Bisa pula dengan menyiapkan insentif yang menarik lainnya untuk memantik respons masyarakat supaya berbondong-bondong datang membayar kewajibannya.

“Jadi kita dorong agar ada insentif masyarakat agar mendorong masyarakat mau membayar pajak kepada pemerintah,” paparnya.

Menurut Hidayat, penurunan PAD ini dapat mengganggu pada program-program yang telah dicanangkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Utamanya, terhadap program-program yang menyangkut pembangunan dan bantuan sosial.

Baca Juga:  Khofifah Gelar Tasyakuran HPN 2026 di Grahadi, Tekankan Peran Strategis Pers

“Kalau sampai turun, maka akan menggaggu program-program yang dicanangkan Gubernur Jatim. Terutama program yang menyangkut infrastruktur dan bantuan sosial,” ungkap Hidayat

Sementara itu, Kepala Bapenda Jatim, Abimanyu Poncoatmodjo Iswinarno menyatakan, pihaknya akan mengoptimalkan kembali mobil samsat keliling untuk meningkatkan PAD pada sektor pajak kendaraan bermotor. “Sudah 2-3 hari ini kita operasionalkan. Jadi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah lagi,” kata Abimanyu.

Menurut dia, dalam beberapa hari ini persentase masyarakat yang membayar pajak, sudah mulai lumayan. Namun, Abimanyu enggan menyebut berapa besaran persentase selama beberapa hari mobil samsat keliling beroperasi. Baginya, yang penting saat ini adalah mengoptimalkan berbagai upaya untuk meningkatkan PAD.

“Yang penting kita jalan, kita mengeksplor lagi, mengoperasionalkan lagi kendaraan samsat keliling, kita optimalkan,” tandasnya. (BS02)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
UMK Jatim 2027 Belum Dibahas, Buruh Dorong Kenaikan 5-9%
Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian
Khofifah: Combine Harvester Pangkas Panen dari 3 Hari Jadi 1 Jam per Hektare
Putri Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah Nyai Mahfudhoh Aly Ubaid Wafat
Emil Dardak Dorong Akses Informasi Beasiswa Diperluas untuk Anak Muda Jatim
Batik Jatim Berlayar, Khofifah Bidik Pasar Global dan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:21 WIB

UMK Jatim 2027 Belum Dibahas, Buruh Dorong Kenaikan 5-9%

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Khofifah: Combine Harvester Pangkas Panen dari 3 Hari Jadi 1 Jam per Hektare

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB