Bicarasurabaya.com – Program Studi Teknik Mesin Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya membuat Troli Peti Jenazah. Troli ini didesain khusus menggunakan roda “tank” menyesuaikan kebutuhan dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Surabaya.
Beranggotakan enam orang yaitu Fandi D Suprianto, (ketua tim), Yopi Y Tanoto, Amelia, Ian H Siahaan, Ivan Christian dan Guntar Henjaya, karya yang pertama kali ada ini telah diserahkan ke TPU Keputih pada Senin (8/3/2021) lalu.
Karya kolaborasi antara dosen dan mahasiswa ini merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Prodi Teknik Mesin yang menghabiskan dana sekitar Rp 15 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk pembuatannya kami pun melakukannya di alumni kami yaitu di PT. Santo Indonesia,” kata Ketua Tim, Fandi D Suprianto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/3/2021).
TPU Keputih, Surabaya, merupakan salah satu lokasi yang dipersiapkan secara khusus untuk penguburan jenazah pasien Covid-19. Akan tetapi di saat musim penghujan seperti ini menyulitkan kinerja para petugas untuk mengusung peti jenazah dari ambulance menuju liang lahat.
“Maka dari itu kami kemudian membuat alat bantu khusus ini, menyesuaikan kebutuhan yang ada di TPU Keputih. Menurut survei dan informasi dari DKRTH, sifat tanah di Keputih memang berbeda. Sifat tanahnya akan keras jika musim kemarau dan menjadi sangat becek dan berlumpur serta mudah ambles saat musim penghujan,” ungkap Yopi yang juga anggota tim.
Tidak seperti layaknya Troli Peti Jenazah pada umumnya, ciri khas inovasi ini terletak pada rodanya. Menggunakan roda yang menyerupai roda “tank”, troli ini sangat cocok untuk sifat tanah di TPU Keputih, Surabaya. Dengan spesifikasi menggunakan frame dari besi, roda karet dan besi, berat troli ini mencapai 165 kilogram.
“Meski mencapai berat di atas 100 kilogram akan tetapi sangat ringan jika secara bersamaan didorong dan ditarik oleh masing-masing satu orang petugas,” tambah Yopi.
Alat ini dirancang khusus agar proses mengangkat jenazah dapat digantikan dengan frame pada meja yang dapat didorong maupun ditarik dengan menambahkan bagian handle.
Untuk memudahkan pemindahan peti, tim ini menggunakan roda dengan roller. Sementara untuk mengatasi tanah yang becek atau berlumpur di waktu penghujan, digunakan sistem roda – rantai agar tetap dapat dijalankan.
Pengerjaannya memakan waktu sekitar dua bulan lamanya, dengan dimensi panjang 2320 milimeter, lebar 470 milimeter dan tinggi 660 milimeter.
Alat ini kini telah digunakan di TPU Keputih untuk membantu para pekerja. Bahkan, sebelum digunakan, alat tersebut juga diuji coba secara langsung oleh para petugas di TPU Keputih.
“Alat ini sangat membantu kami. Biasanya peti COVID-19 ini diangkat oleh empat hingga lima orang dari mobil ambulance menuju liang lahat. Akan tetapi dengan alat ini cukup hanya dibutuhkan tiga orang saja, jadi bisa menghemat tenaga,” kata Zulfan, salah satu petugas yang mencoba alat tersebut. (BS04/02)











