Ketika Eri Cahyadi Menimba Ilmu ke Mantan Wali Kota Surabaya

- Publisher

Sabtu, 6 Maret 2021 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersilaturrahmi ke kediaman mantan Wali Kota Surabaya yang saat ini menjabat anggota DPR RI, Bambang DH, Sabtu (6/3/2021). Dalam pertemuan yang berlangsung cair itu, Eri didampingi Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono.

Eri datang ke rumah Bambang DH di daerah Gayungsari, Surabaya pada pukul 13.30 WIB. Dia langsung disambut Bambang DH dan Adi yang datang terlebih dulu. Ketiganya lantas menuju ruang tamu dan berdiskusi sekitar dua jam lebih.

Usai pertemuan, Bambang DH mengatakan, sebenarnya komunikasi antara dirinya dan Eri tidak pernah putus seperti melalui WhatsApp. Bahkan saat kampanye dulu, Eri pernah ingin bertemu dengan dirinya namun dia larang, karena lebih baik untuk kampanye yang sehari bisa ke beberapa lokasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena sekarang ada waktu longgar, Mas Eri bersama Pak Awi (Adi Sutarwijono, red) bisa main ke sini. Saya sempat menyampaikan beberapa hal kepada Mas Eri. Seperti pengamanan aset harus jadi perhatian pemkot. Apalagi aset ini juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Selain itu juga masalah lingkungan, banjir dan hal-hal teknis lainnya,” kata Bambang DH.

Baca Juga:  Izinkan Warga Salat Tarawih di Masjid, Wali Kota Eri Minta Warga Patuhi Prokes

Menurut Bambang DH, Eri sudah paham betul permasalahan Surabaya. Karena Eri adalah orang lama di Pemkot Surabaya, ASN yang sudah bertugas di banyak OPD (organisasi perangkat daerah). Sehingga peta Surabaya sudah sangat mengerti.

“Saya termasuk orang yang tidak tertarik dengan janji 100 hari kerja. Tidak bisa orang kerja hanya dibatasi dengan 100 hari kerja. Yang penting, apa yang baik dia teruskan. Yang kurang baik dikoreksi sehingga menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Bambang DH mengatakan, pemimpin hadir dan membawa perubahan itu memang harus. Tapi biarkan membawa perubahan dengan gaya dirinya sendiri. Sebab orang memiliki gaya kepemimpinan sendiri-sendiri.

Baca Juga:  Gebrakan Cak Eri, Tampung Kritik dan Saran Warga via Aplikasi “WargaKu”

“Mas Eri punya komitmen untuk membawa Surabaya lebih baik. Tidak arif dan bijaksana jika saya harus mengarahkan, kamu harus begini, kamu harus begitu. Biarkan Mas Eri memimpin dengan gayanya sendiri. Karena setiap pemimpin itu punya gayanya masing-masing,” tandasnya.

Sementara itu, Eri Cahyadi mengaku kedatangannya ke rumah Bambang DH untuk menimba ilmu. Sebab Bambang DH selain pernah menjabat Wali Kota Surabaya, adalah sosok politisi senior yang kenyang pengalaman.

“Saya ke sini ngangsu kaweruh. Beliau banyak pengalaman. Beliau sukses membawa Surabaya menjadi hebat. Sehingga apa yang telah beliau kerjakan akan saya teruskan. Bagi saya, kesempurnaan adalah ketika kita bisa melanjutkan kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan pemimpin sebelumnya,” ujar Eri.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini mengatakan, dalam pertemuan dengan Bambang DH banyak sekali yang dibahas. Seperti menyelesaikan masalah aset, menyelesaikan banjir dan program-program harus pro wong cilik.

Baca Juga:  Sidak Bioskop di TP, Cak Eri Ingin Pastikan Prokes Berjalan Sesuai Aturan

“Menjalankan program-program itu memang tidak bisa dibatasi waktu, apalagi sekarang masa pandemi Covid-19. Pasti akan banyak mengoper kegiatan dan anggaran. Namun yang pasti, semua itu demi wong cilik. Itu yang akan saya pegang nanti sampai akhir masa jabatan,” tegasnya.

Sedangkan Adi Sutarwijo mengaku sangat senang dan gembira dengan adanya pertemuan dua wali kota Surabaya tersebut.

Menurutnya, pertemuan ini adalah pertemuan yang lama dinanti-nanti, karena kesibukan keduanya baru sekarang terlaksana.

“Kami banyak membicarakan tentang kerakyatan, persoalan Surabaya seperti banjir, taman, pembenahan kampung. Utamanya Pak Bambang DH tadi menekankan soal keperpihakan pemerintah kepada wong cilik,” katanya.

Menurutnya, keperpihakan kepada wong cilik ini harus diwujudkan dalam kebijakan-kebijakan yang konkrit, yang bisa dirasakan oleh warga Surabaya. “Mas Eri punya respon yang sangat cepat soal itu,” pungkasnya. (BS01)

Berita Terkait

Bromo Masih Dibuka, Wisatawan Dilarang Mendekat 1 Km dari Kawah
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 8.000 Tembus Rp 2,565 Juta per Gram, Buyback Turun
TPS Taman Ketampon Surabaya Ditutup, Bakal Disulap Jadi Taman
Bromo Erupsi, Kolom Abu Setinggi 500 Meter Mengarah ke Barat
Cuaca Surabaya Hari Ini Berawan, Suhu Maksimal Capai 35 Derajat
Mulai 1 Desember, KAI Pangkas Waktu Perjalanan KA hingga 53 Menit
Rumah Subsidi 18 M² Dinilai Bisa Layak Huni, Ini Syaratnya
Ekonomi RI Tumbuh 5,47% di Kuartal III 2026, Ini Penopangnya

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 11:07 WIB

Bromo Masih Dibuka, Wisatawan Dilarang Mendekat 1 Km dari Kawah

Jumat, 6 November 2026 - 10:29 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 8.000 Tembus Rp 2,565 Juta per Gram, Buyback Turun

Jumat, 6 November 2026 - 07:59 WIB

TPS Taman Ketampon Surabaya Ditutup, Bakal Disulap Jadi Taman

Jumat, 6 November 2026 - 07:17 WIB

Bromo Erupsi, Kolom Abu Setinggi 500 Meter Mengarah ke Barat

Jumat, 6 November 2026 - 06:55 WIB

Cuaca Surabaya Hari Ini Berawan, Suhu Maksimal Capai 35 Derajat

Berita Terbaru

Foto: PVMBG

Bicara Jatim

Bromo Masih Dibuka, Wisatawan Dilarang Mendekat 1 Km dari Kawah

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:07 WIB

Bicara Kota

TPS Taman Ketampon Surabaya Ditutup, Bakal Disulap Jadi Taman

Jumat, 6 Nov 2026 - 07:59 WIB

Foto: PVMBG

Bicara Jatim

Bromo Erupsi, Kolom Abu Setinggi 500 Meter Mengarah ke Barat

Jumat, 6 Nov 2026 - 07:17 WIB

Ilustrasi (Foto: dok Istimewa)

Bicara Jatim

Cuaca Surabaya Hari Ini Berawan, Suhu Maksimal Capai 35 Derajat

Jumat, 6 Nov 2026 - 06:55 WIB