Ketua DKPP Harap Media Massa Tebarkan Efek Jera Dari Pelanggaran Kode Etik

- Publisher

Jumat, 23 Oktober 2020 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DKPP Prof. Muhammad (tengah) saat kegiatan Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dengan Media (Ngetren Media) /Ist

i

Ketua DKPP Prof. Muhammad (tengah) saat kegiatan Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dengan Media (Ngetren Media) /Ist


Bicarasurabaya.com – Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Prof. Muhammad berharap agar insan pers tidak hanya memberitakan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu dari permukaan saja.

“Kalau cuma mengutip jadwal sidang, jadwal putusan, itu bisa dilihat di website DKPP,” kata Prof. Muhammad dalam kegiatan Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dengan Media (Ngetren Media) di Kota Surabaya, Kamis (22/10/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DKPP mengajak media massa untuk turut mengedukasi masyarakat tentang kode etik penyelenggara pemilu. Menurutnya, hal ini sangat penting bagi perkembangan demokrasi Indonesia.

“Kita berharap akan berimbas pada penyelenggara pemilu, KPU Bawaslu selalu diingatkan dari berita teman-teman, bahwa ada sahabat anda yang diberikan sanksi x karena melakukan x,” jelasnya.

Pria kelahiran Makassar ini menyatakan, selama ini media massa memang sudah banyak memberitakan tentang amar-amar putusan yang dibacakan DKPP. Namun, hal yang sangat edukatif bagi dia justru berada pada latar belakang dari amar putusan DKPP.

Baca Juga:  Tim Suramadu Bersatu Siap Sumbang 150 Ribu Suara untuk Eri-Armuji

“Why? Kenapa dia bisa dipecat? Amar itu hanyalah gongnya,” ujar Prof Muhammad.

Pihaknya pun berharap agar awak media di Surabaya mampu mengupas tentang pertimbangan putusan yang merupakan latar belakang dari amar putusan DKPP.

Dengan demikian, masyarakat dan khususnya penyelenggara pemilu di Surabaya dapat mengetahui putusan DKPP secara mendalam. Sehingga, pelanggaran-pelanggaran kode etik yang dilakukan penyelenggara pemilu pun dapat tereduksi.

“Surabaya adalah barometer Jawa Timur, sedangkan Jawa Timur adalah barometer bagi Indonesia. Jadi saya harap Surabaya dapat menjadi contoh bagi daerah lain,” pungkasnya. (BS02)

Berita Terkait

3 Legislator Ditangkap dan Positif Narkoba, Ini Respons Gerindra
Anggota DPRD Kabupaten Malang Dikabarkan Diamankan Polisi di Surabaya
RAPBD Surabaya 2027 Rp12,8 T, Anggaran Pendidikan Naik Jadi 22%
PDIP Siapkan Bursa Pilgub Jatim 2029, Ada Risma hingga Eri Cahyadi
Megawati Minta PDI-P Jatim Kembali Jadi Kandang Banteng di Pemilu 2029
Pakar ITS Ingatkan Gempa Susulan Flores hingga 2 Minggu ke Depan
Eks Bupati Ponorogo Dituntut 7 Tahun Penjara Kasus Suap dan Gratifikasi
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam hingga UBS Kompak Menguat

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 14:27 WIB

3 Legislator Ditangkap dan Positif Narkoba, Ini Respons Gerindra

Rabu, 30 September 2026 - 10:36 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Malang Dikabarkan Diamankan Polisi di Surabaya

Rabu, 30 September 2026 - 06:35 WIB

RAPBD Surabaya 2027 Rp12,8 T, Anggaran Pendidikan Naik Jadi 22%

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:31 WIB

PDIP Siapkan Bursa Pilgub Jatim 2029, Ada Risma hingga Eri Cahyadi

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Megawati Minta PDI-P Jatim Kembali Jadi Kandang Banteng di Pemilu 2029

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB