Bangli di TPU Keputih Ditertibkan, Surabaya Siapkan Lahan Makam Baru

- Publisher

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot Surabaya akan menambah lahan 1.800 Meter persegi TPU Keputih dengan mulai mentertibkan bangunan liar didalamnya. (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

i

Pemkot Surabaya akan menambah lahan 1.800 Meter persegi TPU Keputih dengan mulai mentertibkan bangunan liar didalamnya. (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya mulai memperluas Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan lahan pemakaman. Sebagai langkah awal, aset seluas sekitar 1.800 meter persegi berhasil diamankan dan akan dikembangkan menjadi blok makam baru bagi warga Surabaya.

Perluasan dilakukan setelah kapasitas TPU Keputih yang memiliki luas sekitar 35 hektare kini mendekati penuh. Kondisi tersebut membuat pemerintah kota mulai menyiapkan area cadangan agar pelayanan pemakaman tetap terjaga dalam beberapa tahun ke depan.

Kepala UPTD Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Khoirun Nisa mengatakan, lahan tambahan tersebut merupakan aset pemerintah kota yang akan dikembalikan sesuai peruntukannya sebagai fasilitas umum.

“Lahan ini merupakan aset Pemerintah Kota Surabaya. Setelah proses penataan selesai, akan kami manfaatkan kembali sebagai area pemakaman umum,” kata Nisa, Rabu (5/8/2026).

Saat ini, pemerintah kota tengah menyiapkan proses pemerataan lahan sebelum pembangunan blok pemakaman dimulai. Nantinya, area baru tersebut akan dibagi menjadi blok pemakaman muslim dan nonmuslim.

“Kami berharap tahun depan area ini sudah bisa digunakan sehingga kebutuhan pemakaman warga tetap dapat terpenuhi,” ujarnya.

Baca Juga:  Eri Ajak Pemuda Surabaya Aktif Berkarya dan Stop Habiskan Waktu untuk Gosip

Penertiban Bangunan Liar Jadi Tahap Awal

Sebelum perluasan dilakukan, Pemkot Surabaya lebih dulu menertibkan bangunan liar yang berdiri di atas lahan tersebut. Penertiban berlangsung kondusif karena pendekatan kepada warga telah dilakukan sejak Agustus 2025.

DLH mencatat sekitar lima kepala keluarga (KK) menempati kawasan itu. Sebagian penghuni bahkan membongkar bangunannya secara mandiri setelah menerima sosialisasi dan surat peringatan.

“Pendekatan sudah kami lakukan sejak tahun lalu sehingga proses penertiban berjalan aman,” kata Nisa.

Antisipasi Kebutuhan Pemakaman

Menurut Nisa, perluasan TPU Keputih menjadi bagian dari upaya pemerintah kota mengantisipasi kebutuhan lahan pemakaman yang terus bertambah setiap tahun. Karena itu, aset-aset pemerintah di sekitar TPU akan dikembalikan sesuai fungsinya apabila diperlukan.

Baca Juga:  Benda Misterius Diduga Rudal Gegerkan Warga Pulau Kangean

Selain menertibkan bangunan liar, DLH juga mengimbau para pengepul barang bekas di sekitar TPU Keputih untuk menata area usahanya agar tidak meluas hingga memasuki kawasan pemakaman.

“Kami berharap seluruh aset pemerintah kota bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat, termasuk penyediaan fasilitas pemakaman yang layak bagi warga Surabaya,” pungkas Nisa. (BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB