Bakom RI Apresiasi Digitalisasi Bansos Surabaya

- Publisher

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunjungan Badan Komunikasi Pemerintah Evaluasi Perlinsos. (foto: dok Diskominfo Surabaya)

i

Kunjungan Badan Komunikasi Pemerintah Evaluasi Perlinsos. (foto: dok Diskominfo Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Program digitalisasi pendataan perlindungan sosial (Perlinsos) di Surabaya mendapat apresiasi dari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari. Menurutnya, sistem berbasis digital ini mampu mengurangi kesalahan sasaran penerima bantuan sosial (bansos) yang selama ini menjadi persoalan.

Qodari menyampaikan hal itu saat meninjau pelaksanaan uji coba aplikasi Perlinsos di Kantor Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Ia menilai digitalisasi menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

“Prinsipnya harus adil. Yang berhak harus menerima, sedangkan yang tidak berhak tidak boleh menerima. Selama ini masih ada inclusion error dan exclusion error,” kata Qodari dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (29/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Qodari, Surabaya menjadi salah satu daerah yang menunjukkan hasil positif dalam uji coba sistem tersebut. Dari lebih dari 1 juta kepala keluarga (KK), sebanyak 334.560 KK didaftarkan melalui agen Perlinsos yang terdiri atas ASN, RT/RW, dan pendamping PKH. Sementara 62.673 KK mendaftar secara mandiri melalui aplikasi.

Baca Juga:  Parkir Digital Surabaya Diuji di 717 Titik, Warga Diminta Beradaptasi

Hasil pendataan menunjukkan sebanyak 119 ribu KK dinilai layak menerima bantuan. Di sisi lain, terdapat 359.856 KK yang secara sadar menyatakan tidak berhak menerima bansos.

Qodari mengungkapkan, dari data penerima bansos sebelumnya yang berjumlah sekitar 101 ribu KK, ditemukan sekitar 25 ribu KK atau 25 persen masuk kategori inclusion error, yakni warga yang tidak berhak tetapi tercatat sebagai penerima bantuan.

Sebaliknya, sistem baru juga berhasil menemukan sekitar 51 ribu KK atau sekitar 43 persen dari total penerima yang sebelumnya belum tercatat meski memenuhi syarat (exclusion error).

Baca Juga:  1.488 Siswa Manfaatkan Program Ayo Sinau Bareng di Balai RW

“Ada sekitar 51 ribu KK atau setara 175 ribu jiwa yang selama ini seharusnya menerima bantuan, tetapi belum terdata. Melalui digitalisasi Perlinsos, mereka kini bisa mendapatkan haknya,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Qodari juga mencoba langsung proses pendaftaran berbasis face recognition yang terhubung dengan data KTP elektronik. Sistem itu secara otomatis mencocokkan data kepemilikan aset dengan berbagai instansi, mulai dari PLN, Kepolisian, hingga ATR/BPN.

“Yang menentukan bukan manusia, tetapi sistem dan data lintas kementerian. Kalau ada keberatan, masyarakat juga bisa mengajukan sanggahan melalui sistem,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan pendataan Perlinsos di Surabaya telah mencapai 99,74 persen.

Dari total 1.003.068 KK di Surabaya, sebanyak 1.000.458 KK telah terdata melalui aplikasi Sayang Warga. Pemkot Surabaya juga melibatkan 13.049 agen Perlinsos untuk membantu warga, terutama yang belum memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Baca Juga:  BMKG: Waspadai Hujan Petir di Surabaya dan Sejumlah Wilayah Jatim

Eddy mengakui sempat terjadi kendala berupa perlambatan sistem pada awal uji coba. Namun, setelah dilakukan peningkatan infrastruktur, proses verifikasi kini berjalan jauh lebih cepat.

“Saat ini hasil verifikasi bisa langsung keluar. Tinggal sekitar 2.610 KK yang belum terdata, mayoritas di Kelurahan Dukuh Setro. Kami optimistis dalam satu hingga dua hari pendataan bisa mencapai 100 persen,” ujar Eddy.

Surabaya menjadi daerah percontohan nasional dalam uji coba Perlinsos sejak 4 Juni 2026. Pada tahap awal, sistem ini digunakan untuk dua program perlindungan sosial dan ke depan akan dikembangkan untuk mendukung penyaluran tujuh jenis bantuan sosial secara nasional. (BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB