Eri Evaluasi Drainase Margorejo, Camat-Lurah Diminta Pahami Aliran

- Publisher

Selasa, 28 April 2026 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Diskominfo Surabaya

i

Foto: dok Diskominfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meninjau aliran Sungai Avur Margorejo di Jalan Margorejo Indah, Kecamatan Wonocolo, Selasa (28/4/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, tidak parsial.

Dalam tinjauan tersebut, Eri mengajak camat dan lurah melihat langsung kondisi aliran air yang saling terhubung antarwilayah. Ia menekankan pentingnya pemahaman sistem drainase dari hulu hingga hilir.

Eri menjelaskan, aliran air dari kawasan Karah dan Jambangan bermuara ke Margorejo. Kondisi ini dinilai berisiko karena jika terjadi genangan di Margorejo, air akan berbalik dan memicu banjir di wilayah asal.

“Kalau di Margorejo banjir, aliran akan kembali ke Karah dan sekitarnya,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat alternatif saluran di Kebon Agung yang masih memiliki kapasitas dan langsung terhubung ke Kali Surabaya. Karena itu, aliran dari Karah seharusnya tidak dibebankan ke Margorejo.

Sebagai langkah penanganan, Pemkot Surabaya akan menutup sebagian aliran di Margorejo dan mengalihkannya ke Kebon Agung, kemudian diteruskan ke Avur Wonorejo. Skema ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan debit air di satu titik.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini Masih Turun, Cek Rinciannya

Eri juga meminta camat dan lurah terlibat langsung dalam perhitungan teknis, termasuk elevasi saluran. Hal ini dinilai penting agar pemimpin wilayah memahami solusi penanganan banjir secara komprehensif.

“Penyelesaian banjir tidak bisa hanya di satu titik, tapi harus dilihat dari hulunya,” katanya.

Ke depan, peninjauan serupa akan dilakukan di wilayah rawan banjir lain seperti Tenggilis Mejoyo dan Medokan Semampir. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Surabaya dalam mengatasi banjir berbasis sistem aliran air terintegrasi.(BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB