Bicarasurabaya.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Inggris melanjutkan pembahasan tahap lanjutan kajian pembangunan Light Rail Transit (LRT) Surabaya sebagai bagian dari pengembangan transportasi publik perkotaan.
Hal tersebut dibahas saat Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menerima Minister Counsellor for Development Kedutaan Besar Inggris (FCDO) Peter Rajadiston di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya.
Emil mengatakan studi teknis proyek kereta urban tersebut kini mulai mengerucut pada opsi penggunaan moda LRT. Sistem ini dinilai paling sesuai untuk karakter mobilitas di kawasan perkotaan Surabaya yang padat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Studi teknisnya sudah cukup panjang dan mulai mengarah pada opsi LRT sebagai moda yang paling memungkinkan,” kata Emil dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (10/3/2026).
Kajian tersebut juga mengidentifikasi sejumlah koridor transportasi yang belum terlayani optimal, khususnya konektivitas dari wilayah barat menuju timur Surabaya.
Koridor tersebut dinilai penting untuk meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Selain rute dan moda transportasi, pembahasan juga mencakup konsep pengelolaan transportasi terintegrasi di wilayah Surabaya Raya, yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.
Pemprov Jatim mempertimbangkan model pengelolaan seperti Transport for London (TfL) di Inggris, yang mampu mengintegrasikan berbagai moda transportasi dalam satu sistem manajemen.
“Bagaimana transportasi aglomerasi Surabaya Raya bisa dikelola secara terpadu, itu juga menjadi bagian yang kami pelajari,” ujar Emil.
Meski kajian teknis terus diperdalam, Emil menegaskan pembangunan transportasi publik berskala besar membutuhkan dukungan pendanaan yang kuat.
Karena itu, Pemprov Jatim akan membahas lebih lanjut dengan pemerintah pusat terkait skema pembiayaan proyek tersebut.
“Model pengerjaan dan pembiayaannya masih kami dalami bersama pemerintah pusat karena proyek seperti ini memerlukan komitmen fiskal jangka panjang,” katanya.
Sementara itu, Peter Rajadiston menyatakan Inggris siap melanjutkan kolaborasi dengan Jawa Timur untuk mendukung pengembangan transportasi urban di Surabaya.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat mempercepat terwujudnya sistem transportasi publik modern di kawasan metropolitan Surabaya.(BS/za)











