Kolaborasi Pemkot Surabaya-BMKG Hadapi Musim Hujan Serta Mitigasi Banjir

- Publisher

Jumat, 7 November 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi. (Foto: Humas Pemkot/BS)

i

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi. (Foto: Humas Pemkot/BS)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meningkatkan berbagai upaya mitigasi menghadapi cuaca ekstrem yang telah memasuki musim penghujan. Langkah ini meliputi pengerukan saluran, pemeliharaan pompa air dan pintu air, hingga percepatan pembangunan sejumlah rumah pompa di titik rawan banjir.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan pembersihan saluran menjadi langkah awal untuk memulihkan kapasitas tampung air. “Banyak sampah dan sedimen yang mengurangi kapasitas saluran, sehingga harus dikeruk sebelum hujan lebat datang,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).

Surabaya Selatan menjadi prioritas penanganan tahun ini karena kerap mengalami genangan saat hujan deras. Sejumlah proyek rumah pompa tengah dikebut, antara lain di Menanggal (belakang Cito), Ahmad Yani (Taman Pelangi), Ketintang Madya, Karah, serta Rungkut Menanggal.

Meski ada beberapa keterlambatan, Syamsul menargetkan seluruh rumah pompa dapat beroperasi sebelum akhir tahun. “Progres sampai akhir Oktober sudah 70 persen. Sisanya kami kebut agar 90 persen tuntas pada akhir November dan penyelesaian penuh pada Desember 2025,” jelasnya.

DSDABM juga mengandalkan informasi cuaca dari BMKG untuk tindakan cepat saat hujan ekstrem. Peringatan dini yang diterima satu hingga dua jam sebelumnya menjadi dasar untuk menurunkan debit saluran, menyalakan pompa, serta membuka pintu air.

Baca Juga:  Buntut Fasad Toko Nam, Aktivis Desak DPRD Evaluasi Cagar Budaya

“Masyarakat juga dapat memantau kondisi cuaca melalui WOFI Juanda. Hijau berarti gerimis, kuning hujan sedang, merah hujan deras,” kata Syamsul.

Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto, memastikan Surabaya sudah masuk musim hujan dengan intensitas yang bervariasi sepanjang siang dan malam. Pada 6–7 November, gelombang pasang maksimum di Selat Madura berpotensi menimbulkan banjir rob di wilayah pesisir, terutama jika terjadi hujan bersamaan.

Ia menjelaskan tingginya curah hujan dipengaruhi Muson Barat dan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang menambah pasokan uap air. “Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari–Februari 2026,” kata Ady.

Baca Juga:  Surabaya Bersolek, Pemkot Percantik Jalan Tunjungan dengan Mural

BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan drainase dan rutin memperbarui informasi cuaca melalui WOFI, situs satelit BMKG, atau aplikasi Info BMKG. Selain itu, BMKG bekerja sama dengan Pemkot Surabaya memasang display cuaca dan penakar hujan di sejumlah titik, terutama wilayah pesisir, untuk memberikan deteksi dini bagi warga dan nelayan.

“Kami juga menyiapkan informasi tanggap bencana secara real time,” ujar Ady.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB