Cegah Banjir Saat Turun Hujan, Risma Cek Saluran dan Kabel Fiber Optik

- Publisher

Kamis, 26 November 2020 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerja bakti berlangsung di Jalan Pandegiling arah ke Pasar Keputran Selatan /dok. Bicara Surabaya

i

Kerja bakti berlangsung di Jalan Pandegiling arah ke Pasar Keputran Selatan /dok. Bicara Surabaya


Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memimpin kerja bakti bersama jajarannya di perempatan Jalan Pandegiling arah ke Pasar Keputran Selatan Surabaya, Kamis (26/11/2020).

Selain membersihkan sampah di pedestrian, Risma juga melakukan pengecekkan saluran di kawasan tersebut. Ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya genangan air ketika turun hujan.

Saat itu, Risma meminta agar setiap penutup saluran di kawasan Jalan Pandegiling dibuka. Ini dilakukan untuk memastikan di dalam saluran itu tidak ada sampah yang menyangkut. “Penutup saluran itu tolong dibuka semua. Coba cek, apakah ada sampah. Kalau ada langsung diangkat, dibersihkan,” kata dia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat penutup saluran dibuka, rupanya petugas pemkot menemukan banyak sampah plastik, kayu hingga daun-daun kering. Ketika dicek petugas di bawah saluran, sampah-sampah itu terlihat menyangkut di kabel-kabel jaringan fiber optik (FO) milik provider.

Baca Juga:  DPKP Surabaya Terbitkan SE Cegah Risiko Kebakaran Saat Lebaran 2025

Alhasil, dia langsung menginstruksikan agar kabel yang terlihat berserakan itu supaya dirapikan. “Ditata, dirapikan sekalian kabel-kabel FO itu. Biar sampahnya tidak lagi nyangkut di kabel-kabel itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, M Fikser menjelaskan, bahwa Wali Kota Surabaya menginstruksikan agar kabel-kabel FO yang ada di bawah saluran di kawasan Pandegiling dibenahi. Sebab, dari pengecekkan di lapangan, ditemukan banyak kabel-kabel FO yang penataannya tidak rapi dan berserakan.

“Jadi kabel-kabel optik yang ada di saluran-saluran itu memang diperintahkan Ibu Wali Kota untuk dibenahi. Karena setelah dibuka manhole (penutup) banyak sekali kabel FO dari provider tidak rapi, sehingga kita coba rapikan,” kata Fikser.

Baca Juga:  Kementerian PUPR Bantu Surabaya Teruskan Pengerjaan Tanggul Sungai Kali Lamong
Petugas dari Pemkot Surabaya melakukan penataan kabel fiber optik yang ada di dalam saluran /dok. Bicara Surabaya

Menurut dia, ketika penataan kabel FO tidak rapi, hal ini dapat menghambat aliran air ketika turun hujan. Apalagi, dari temuan di lapangan, banyak sampah plastik dan kayu yang tersangkut di kabel-kabel FO tersebut.

“Ketika pompa bekerja untuk mempercepat aliran air itu jadi terhambat. Makanya terkadang di titik-titik tertentu terjadi genangan. Biasanya hal-hal seperti ini yang sering kami temukan,” ungkap dia.

Oleh sebab itu, Fikser mengimbau kepada provider pemilik kabel FO agar rutin melakukan pengecekkan. Meski kabel FO itu dimasukkan ke dalam box culvert, namun penataan dan kerapiannya juga harus diperhatikan.

“Walaupun dimasukkan box culvert itu kan ada tempat titiknya. Nah ini kan tidak. Karena kita tahu yang kerja itu kan pihak ketiga (rekanan provider). Terlihat rapi di atas, tapi membuat masalah di bawah. Seperti membuat aliran air yang terhambat, karena sampah yang menumpuk. Kita lihat dalam satu box culvert begitu banyak FO yang diletakkan di situ tapi tidak rapi,” tegas dia.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Koneksikan Kembali Hitech Mall dengan Gedung Kesenian

Maka dari itu, Pria asli kelahiran Serui-Papua ini kembali meminta kepedulian provider pemilik kabel-kabel FO agar rutin melakukan pengecekkan. Walaupun selama ini Pemkot Surabaya ada tim utilitas yang berkomunikasi dengan provider untuk merapikan kabel-kabel FO tersebut.

“Kita juga minta kepedulian dari provider, tidak harus menunggu dari pemerintah kota. Tetapi mereka ada divisi yang merawat jaringan itu tolong juga dicek supaya bisa rapi,” pungkasnya. (BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB