Warga Surabaya Diminta Segera Laporkan Akta Kematian demi Akurasi Data Bansos

- Publisher

Selasa, 7 Oktober 2025 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dispendukcapil Eddy Chritijanto. (Foto: Dok Humas-Ist/BS)

i

Kepala Dispendukcapil Eddy Chritijanto. (Foto: Dok Humas-Ist/BS)

Bicarasurabaya.com – Sekitar seribu warga Surabaya yang telah meninggal dunia tercatat belum memiliki akta kematian. Kondisi ini, menurut Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, berpotensi mengacaukan akurasi data kependudukan dan memengaruhi penyaluran bantuan sosial (bansos).

Kepala Dispendukcapil Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, sebagian besar warga enggan melaporkan kematian anggota keluarganya karena alasan sosial dan kekhawatiran kehilangan bantuan dari pemerintah.

“Motivasinya rata-rata karena sosial. Mereka takut kalau akta kematian dilaporkan, data keluarga akan terhapus dari daftar penerima bansos,” ujar Eddy dalam keterangannya, Selasa (7/10/2025).

Padahal, menurut Eddy, bantuan sosial tetap dapat diteruskan kepada ahli waris yang sah. “Dari Kementerian Sosial maupun Dinas Sosial sudah jelas, jika penerima meninggal, hak itu bisa diturunkan kepada istri atau ahli warisnya,” jelasnya.

Selain faktor kekhawatiran kehilangan bantuan, sebagian warga juga malas mengurus administrasi kependudukan (adminduk). Namun, Eddy menegaskan, alasan itu tak lagi relevan karena seluruh layanan Dispendukcapil kini bisa diakses daring, termasuk melalui aplikasi KNG Mobile.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Badan Publik Informatif dalam KI Jatim Awards 2024

“Kami sudah siapkan layanan online. Warga bisa mengurus KTP, KK, akta kelahiran, hingga akta kematian cukup dari rumah, tanpa perlu datang ke kantor,” tegasnya.

Eddy menambahkan, ketertiban administrasi sangat penting agar pemerintah dapat memberikan pelayanan dan intervensi sosial secara tepat sasaran. Data kependudukan yang tidak mutakhir, katanya, dapat menghambat distribusi bantuan dan perencanaan pembangunan.

“Kalau datanya tidak sesuai alamat atau belum diperbarui, pemerintah akan kesulitan menyalurkan bantuan atau melakukan penanganan ketika ada musibah,” ujarnya.

Baca Juga:  Solidaritas Surabaya Mengalir, Bantuan Bencana Sumatra Tembus Rp8,9 Miliar

Ia mengimbau warga untuk rutin memperbarui data, mulai dari status perkawinan, pendidikan, kelahiran, kematian, hingga golongan darah, serta segera melapor jika pindah domisili.

“Data kependudukan yang akurat sangat penting bagi pemerintah kota dalam perencanaan pembangunan dan pengalokasian anggaran,” pungkasnya.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB