Langkah Taktis Wali Kota Eri Atasi Banjir Kiriman di Surabaya Barat

- Publisher

Minggu, 18 Februari 2024 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau sejumlah lokasi yang terdampak pada Minggu (18/2/2024) pagi.

i

Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau sejumlah lokasi yang terdampak pada Minggu (18/2/2024) pagi.


Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kembali melakukan peninjauan sejumlah lokasi di kawasan Benowo, Pakal dan Sambikerep yang sebelumnya dilanda banjir akibat luapan air dari Kabupaten Gresik pada Sabtu (17/2/2024) malam.

Peninjauan yang dilakukan sejak pukul 06.00 WIB tersebut, diikuti sejumlah Kepala Perangkat Daerah (PD) terkait di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Minggu (18/2/2024).

Peninjauan dilakukan untuk menyiapkan solusi taktis dan jangka panjang dalam menanggulangi banjir kiriman tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Kota Eri mengatakan bahwa banjir menggenang di dua kawasan Surabaya Barat akibat luapan air dari Gresik pada Sabtu (17/6/2024) malam. Kedua kawasan yang dilanda banjir itu adalah Jalan Tengger Raya (Sambikerep – Benowo) dan Jalan Pakal Madya, Kecamatan Pakal.

“Kalau Gresik hujan deras pasti di sini (Pakal Madya) banjir. Bahkan kata warga, pernah pukul 13.00 WIB tidak hujan tapi langsung (banjir). Karena air kiriman dari Gresik, termasuk yang di Benowo,” kata Wali Kota Eri di sela meninjau lokasi di Balai RW 3 Kelurahan Pakal, Surabaya.

Baca Juga:  Pertama dalam Sejarah, Surabaya Race 2021 Digelar di Sirkuit GBT

Dari pengakuan warga setempat, Wali Kota Eri mengungkap jika banjir yang terjadi di kawasan Pakal Madya sudah terjadi lebih dari 10 tahun. Makanya, sebagai salah satu solusi untuk mengatasi banjir tersebut, pihaknya membangun tanggul sungai.

“Karena ini adalah luapan air (sungai) dari Gresik, maka kita akan bangun tanggul. Seperti yang di Benowo dan juga di sini (Jalan Pakal Madya), kita pasang tanggul kanan-kiri. Jadi air nanti tidak meluber ke rumah warga,” ujarnya.

Selain membangun tanggul, pihaknya juga berencana membangun bozem di tanah fasilitas umum (Fasum) milik Citraland. Bozem tersebut bertujuan untuk menahan beban air sehingga tidak meluber ke rumah-rumah warga di kawasan Pakal Madya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Gerak Cepat Perbaiki Baut Menonjol di Jalan Manukan

“Jadi nanti air dari sungai langsung ke Bozem. Sama seperti yang di Benowo, ada seperti waduk yang kita buat, itu nanti kita dalam kan, dan kita jadikan buat bozem,” katanya.

Di sisi lain, Wali Kota Eri menyatakan, bahwa pemkot juga melakukan peninggian Jalan Tengger Raya, Sambikerep-Benowo Surabaya. Termasuk pula meninggikan jembatan di kawasan tersebut agar aliran air lancar saat hujan deras. “Jadi langsung kita kerjakan peninggian jalan dan jembatan,” kata dia.

Hal yang sama juga dilakukan Pemkot Surabaya di kawasan Jalan Pakal Madya. Namun, kata dia, penanganan banjir kiriman di kawasan ini terlebih dahulu difokuskan untuk membangun tanggul.

“Karena kondisi sungai tidak lurus, ada cekungan, jadi kita selesaikan dulu tanggulnya, setelah itu baru kita lakukan peninggian jalan. Jadi, berbeda dengan sentuhan yang di Benowo,” ujar Cak Eri, panggilan lekat Wali Kota Surabaya.

Baca Juga:  Wali Kota Eri Cahyadi Lepas 450 CJH Asal Surabaya

Menurut dia, langkah taktis yang dilakukan Pemkot Surabaya dalam menanggulangi banjir di kawasan Pakal dan Benowo, juga perlu dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.

“Jadi, kita tidak bisa selesaikan tanpa koordinasi dengan Gresik. Nah, ini kita akan diskusikan dengan tetangga sebelah (Gresik), tetapi yang pasti pertama kita akan (bangun) tanggul,” tegasnya.

Karena itu, Cak Eri memastikan, pihaknya langsung mengerjakan pembangunan tanggul sungai di kawasan Pakal Madya. Pun demikian dengan pembangunan bozem dan peninggian Jalan di kawasan Tengger Raya, Sambikerep – Benowo, Surabaya.

“Insyaallah hari ini langsung dikerjakan sama teman-teman. Semoga nanti pada waktu ada (banjir) kiriman lagi, sudah bisa nampung, bisa menyelesaikan. Ini langsung dikerjakan, termasuk bozem, karena di sini tidak hujan pun bisa banjir,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB