Bicarasurabaya.com – Camat di Kota Surabaya terus berinovasi untuk menekan kasus bayi stunting. Selain intervensi melalui APBD, pola gotong royong juga diterapkan untuk mencapai target Surabaya zero stunting dan zero new stunting pada tahun 2023.
Camat Semampir Kota Surabaya, M Yunus mengungkapkan, selain intervensi melalui APBD, penanganan stunting di wilayahnya juga menerapkan program bantingan. Program yang diinisiasinya sejak pertengahan bulan Oktober 2022 tersebut, terbukti dapat menurunkan kasus bayi stunting.
“Awal saya masuk Oktober 2022 (jadi Camat Semampir), itu ada 77 balita stunting. Alhamdulillah, sekarang tinggal 63 anak. Selain intervensi pemkot, kita juga menerapkan program bantingan untuk penanganan stunting,” kata M Yunus dalam keterangannya, Kamis (2/2/2023).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yunus lantas menjelaskan program bantingan yang diinisiasinya tersebut. Program ini berupa urunan swadaya dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Kecamatan Semampir. Uang urunan yang terkumpul lantas dibelikan untuk menambah kebutuhan gizi balita stunting setiap bulan.
“Kita swadaya, seikhlasnya urunan untuk program bantingan ini. Kita (ASN) ini kan sudah berlebih, jadi kalau kita ingin berbagi apa salahnya. Kita juga tidak memaksa ASN untuk ikut (program bantingan), tapi atas dasar kemauan dan keikhlasan mereka sendiri,” tuturnya.
Mantan Camat Sawahan Surabaya ini menambahkan, dari program bantingan tersebut, dalam sebulan bisa terkumpul sekitar Rp 4 juta. Lantas uang yang terkumpul ini kemudian dibelikan susu, makanan bergizi atau vitamin untuk kebutuhan balita stunting di wilayahnya.
“Satu bulan bisa terkumpul Rp4 juta, kan lumayan. Kita juga koordinasi dengan Puskesmas untuk menentukan apa saja kebutuhan masing-masing balita stunting. Karena setiap anak itu bisa beda kebutuhannya, misal jenis susu atau vitaminnya,” pungkasnya.
Sebagai diketahui, selama tiga tahun terakhir, prevalensi stunting di Kota Surabaya terus mengalami penurunan signifikan. Yakni, dari tahun 2020 terdapat 12.788 kasus stunting, turun menjadi 6.722 di tahun 2021.
Selanjutnya pada Desember 2022, kasus stunting kembali turun menjadi 923. Bahkan, pada Januari 2023, jumlah kasus stunting di Surabaya turun menjadi 889. (BS02)









