Bicarasurabaya.com – Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, hanya terhitung dalam beberapa pekan ke depan. Kepolisian bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan TNI telah melakukan rapat koordinasi terkait hal tersebut.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan bersama tiga pilar Kota Surabaya memastikan akan tetap mengawal dan mengantisipasi kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan saat Nataru.
Secara khusus, ibadah Natal di Gereja juga dilakukan dengan protokol kesehatan ketat dan pembatasan sesuai kesepakatanu dengan para dewan Gereja. Setidaknya, di Surabaya ada sekitar 60 gereja besar yang akan melakukan ibadah Natal baik secara virtual maupun hadir di rumah ibadah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Namun demikian, kami bersama dewan gereja yang sudah menyepakati kuota jemaat yang datang melalui undangan barcode selain PeduliLindungi. Tempat duduk para jemaat juga disediakan sesuai dengan undangan yang diberikan pihak gereja,” kata Kombes Pol A. Yusep Gunawan dalam keterangan resmi sebagaimana dikutip Bicara Surabaya, Minggu (12/12/2021).
Selain itu, pihaknya juga bakal memastikan jalannya ibadah natal umat kristiani berlangsung aman dan lancar. Baik itu keamanan dari sisi gangguan aksi teror, maupun kemungkinan transmisi penularan Covid 19.
“Kami siapkan pengamanan secara berlapis. Baik di dalam gereja dan di luar gereja. Antara keamanan ibadah dan kesehatan masyarakat harus berjalan seiring,” imbuhnya.
Di samping ibadah Natal, perayaan malam tahun baru 2021-2022 nantinya juga bakal menjadi salah satu atensi petugas kepolisian. Kapolrestabes Surabaya menegaskan, bahwa pihaknya tidak akan memberikan izin keramaian kegiatan yang sifatnya mengumpulkan masyarakat banyak di sebuah lokasi.
“Tidak ada izin yang akan dikeluarkan oleh kepolisian terkait kegiatan apapun di malam pergantian tahun. Kami juga akan melakukan patroli mengurai kemungkinan kerumunan masyarakat. Jikapun ada kegiatan, itu sifatnya tidak masif, tidak bergeser dari satu kecamatan ke kecamatan lain. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah kota dan TNI di tingkat desa atau kecamatan,” terangnya.
Oleh karena itu, Kombes Pol A. Yusep Gunawan mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan saat malam pergantian tahun. Hal itu mengantisipasi transmisi gelombang keempat Covid 19 varian Omicron yang juga membahayakan.
“Kami imbau agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan. Capaian vaksinasi kita sudah baik. Ekonomi juga mulai berjalan. Jangan sampai ada lonjakan kasus karena kelalaian. Capaian Surabaya level I ini tentu tidak bisa terwujud tanpa bantuan dari semua elemen terutama kesadaran masyarakat,” tandasnya. (BS02)









