Tanpa Antri Lama, Sebanyak 20 Ribu Pelajar SD-SMP Disuntik Vaksin Massal di G10N

- Publisher

Minggu, 11 Juli 2021 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pelajar saat divaksin massal di Gelora 10 November/Dok. Humas Pemkot Surabaya

i

Para pelajar saat divaksin massal di Gelora 10 November/Dok. Humas Pemkot Surabaya


Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar vaksinasi massal khusus pelajar SD-SMP usia 12 tahun ke atas di Gelora 10 November (G10N), Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Minggu (11/7/2021). Karena sudah dikoordinir dan diundang oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, vaksinasi massal khusus pelajar ini nyaris tanpa antri lama.

Padahal, ada sebanyak 20 ribuan pelajar yang menerima vaksin dosis pertama hari ini. Mereka datang dengan tertib sesuai dengan jadwal yang telah telah ditetapkan oleh Dispendik. Tiba di Gelora 10 November, mereka langsung diskrining dan tidak lama kemudian mereka langsung disuntik vaksin, sehingga tidak kerumunan sama sekali pada saat vaksinasi massal itu.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pelaksaaan vaksinasi bagi pelajar di G10N hari ini menyasar sekitar 20 ribu pelajar hingga pukul 16.00 WIB. Ia menyebut, puluhan ribu pelajar itu tidak perlu antri sebab telah dikoordinir oleh masing-masing sekolah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seperti yang kita lihat, tidak ada pelajar yang antri. Jadi masuk, isi formulir, menuju meja skrining, kemudian suntik. Buktinya, ini sampai kosong tidak terjadi penumpukan,” kata Wali Kota Eri di sela-sela meninjau vaksinasi bagi pelajar itu.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Cek Efektivitas Mobil Respons Cepat Vaksinasi

Hal itu bisa terjadi karena para pelajar ini sudah dijadwal dan datang sesuai jadwal yang ditentukan. Ia mencontohkan, setiap sekolah sudah diatur jadwal oleh Dispendik. Seperti misalnya sekolah A, mereka dijadwalkan vaksin pukul 07.00-08.00 Wib. Maka, jangan sampai tiba di lokasi sebelum pukul 07.00 Wib. Dengan begitu, tidak ada lagi peserta yang antre atau menunggu lama untuk mendapatkan suntik vaksin Covid-19.

“Sehingga pola seperti ini lah yang akan kita jadikan contoh. Insyallah setelah vaksin datang semua, maka alur seperti ini yang akan kita gunakan. Lokasinya tetap di G10N,” paparnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Surabaya ini memaparkan, untuk saat ini pihaknya sedang mengajukan permintaan tambahan dosis vaksin sekitar 1 jutaan kepada kementerian kesehatan. Dari angka itu, rencananya Wali Kota Eri bakal mendistribusikan kepada pelajar SD-SMP, dan warga usia 18 tahun ke atas.

Baca Juga:  Kolaborasi Vaksinasi Aglomerasi Terus Berlanjut, Wali Kota Eri: Surabaya Tak Bisa Sendiri

Bagi dia, vaksin anak tersebut menjadi penting dilakukan agar mempercepat mencapai herd imunity bagi anak-anak.

“Dan ada perasaan yakin dari mereka. Jadi kita upayakan selesaikan dulu untuk yang SD-SD lalu SMA. Nanti kita koordinasi dengan pemerintah provinsi untuk SMA yang posisinya adalah warga Surabaya,” ungkap Cak Eri.

Tidak hanya itu, ia menghitung dalam sehari, Pemkot Surabaya melalui Dinas Kesehatan dapat merampungkan sekitar 30–40 ribu sasaran per hari. Dari angka itu Wali Kota Eri memprediksi, pelaksaan vaksinasi pelajar seluruh sekolah se-Surabaya akan rampung sekitar satu minggu.

“Mudah-mudahan kita doa bersama agar jumlah vaksin yang datang lebih banyak. Supaya lebih cepat kita distribusikan. Kalau pelajar totalnya kurang lebih sekitar 350 ribu anak, itu dari SD-SMA,” lanjutnya.

Sedangkan untuk vaksinasi bagi masyarakat umum di G10N, sementara dihentikan sembari menunggu ketersediaan vaksin. Bahkan, nantinya mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini memastikan setelah vaksin diterima, akan didistribusikan dengan mekanisme undangan tiap kelurahan.

“Misalnya, kelurahan A, B dan C kita beri undangan. Karena ini yang saya harapkan lebih rapi dan tidak terjadi penumpukan. Kalau nanti untuk perusahaan yang bekerja di Surabaya juga akan dikoordinir berapa jumlah pegawainya. Kita atur per undangan. Mohon doanya supaya segera dapat vaksin dengan jumlah yang banyak,” jelas dia.

Baca Juga:  Vaksinasi Massal di Gelora 10 Nopember Ditargetkan 50 Ribu Sasaran

Sementara itu, pelajar asal SD Negeri Ketabang Surabaya Deniz Fikri R, mengungkapkan tidak perlu antri untuk mendapatkan vaksin. Bahkan dia menyebut, setelah disuntik tidak  merasakan sakit sama sekali.

Makanya, Deniz mengajak sesama pelajar tidak perlu takut untuk divaksin. “Ayo teman-teman jangan takut vaksin, tidak sakit kok dan tidak perlu antri,” kata Deniz.

Hal serupa juga dialami Anggun Widya D. Siswi SMP Negeri 1 Surabaya tersebut juga menceritakan pengalaman pertama kali divaksin Covid-19. Mulai dari mengisi formulir, tahap berikutnya menuju meja skrining lalu menuju meja penyuntikan.

“Setelah disuntik kita diberi informasi mengenai vaksin selanjuutnya. Tidak ada antrian juga, jadi ayo teman-teman segera vaksin supaya kita sehat dan tidak gampang tertular Covid-19,” pungkasnya. (BS01)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB