Bicarasurabaya.com – Surabaya menduduki top 10 kota/kabupaten pelaksanaan vaksinasi tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per tanggal 1 Maret 2021, capaian vaksinasi Kota Surabaya sebanyak 132.764 orang.
Hasil capaian Kota Surabaya ini kemudian diikuti Kota Semarang 65.164, Jakarta Pusat 62.073 serta Jakarta Selatan 57.483.
“Kalau melihat data dari kemenkes ada 10 kabupaten/kota tertinggi pemberian vaksin, salah satunya Surabaya. Kalau melihat data alhamdulillah Kota Surabaya pada posisi puncak dengan data 1 Maret 132.764 itu tahap satu dan tahap dua,” kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara kepada wartawan, Rabu (3/3/2021).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Surabaya, seperti memasifkan sosialisasi kepada masyarakat untuk bersedia vaksin. Sebab, dengan melakukan vaksin dapat melindungi diri sendiri, keluarga dan orang lain.
“Kami memberikan pengetahuan-pengetahuan kepada masyarakat agar aware dan peduli bahwa vaksin itu aman, dan vaksin itu bisa menjaga diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.
Pihaknya bersyukur pada tahap dua vaksinasi antusias masyarakat begitu tinggi. Warga Surabaya berbondong-bondong datang ke faskes dan sadar mengikuti vaksin yang diselenggarakan Pemkot Surabaya.
“Alhamdulillah animo masyarakat tinggi. Ini tidak lepas dari perjuangan teman-teman media, puskesmas maupun satgas kota yang berjuang untuk meyakinkan warga untuk vaksin,” terangnya.
Pihaknya mentargetkan penyelesaian vaksin COVID-19 tahap dua rampung pada bulan Maret ini. Namun hal ini juga tergantung pada ketersediaan vaksin. Karenanya, pemkot terus berkoordinasi dengan Kemenkes akan ketersediaan vaksin.
“Upaya dari pemerintah kota ini mencoba untuk memohon kepada kemenkes untuk bisa diberikan secepatnya. Karena juga kejar-kejaran dengan waktu. Target Maret asal vaksinnya tercukupi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan urutan pertama penyelenggaraan vaksinasi di Surabaya ini berkat seluruh faskes yang telah membantu pelayanan vaksin.
“Jadi kita mewajibkan seluruh faskes untuk membantu vaksinasi kemudian puskesmas satu hari target 300, dengan membagi per jam. Sehingga tidak terjadi kerumunan,” pungkasnya. (BS02)











