IKAMA Desak Gubernur Jatim Turun Tangan Bikin Satu Titik Penyekatan di Bangkalan

- Publisher

Selasa, 15 Juni 2021 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Penyekatan di kaki Jembatan Suramadu sisi Surabaya /Ist

i

Dok. Penyekatan di kaki Jembatan Suramadu sisi Surabaya /Ist


Bicarasurabaya.com – Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) mendukung Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya dalam upaya menekan laju penyebaran Covid-19. Salah satunya yakni dengan menerapkan penyekatan atau screening kendaraan di akses Jembatan Suramadu.

Dukungan ini disampaikan langsung oleh Pembina Ikatan Keluarga Madura (IKAMA), Achmad Zaini, kepada awak media usai audiensi bersama Satgas Covid-19 di Balai Kota Surabaya, Senin (14/6/2021).

“Ikatan Keluarga Madura akan membantu untuk mengamankan atau untuk mengatur supaya swab itu bisa teratur dengan baik. Jadi mulai besok 1-2 hari ini, kami akan membantu menjaga pos-pos yang perlu dibantu. Baik di sisi Madura maupun Surabaya,” kata Achmad Zaini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mendukung hal itu, Achmad Zaini memastikan akan mendesak Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa agar turun langsung mengatur jalannya penyekatan. Baik itu penyekatan di sisi Bangkalan maupun Surabaya.

Baca Juga:  Jangan Kaget Jika Nanti Banyak Mutasi di Lingkup Pemkot Surabaya

“Supaya Bu Gubernur turun langsung untuk mengatur semua, Madura dan Surabaya. Kami akan mendesak Bu Gubernur supaya segera mengatur itu semua yang baik. Kami juga akan mendesak untuk membikin satu titik penyekatan di Bangkalan. Habis dari Bu Gubernur kami akan langsung ke Madura, ke Bupati Bangkalan,” ujarnya.

Achmad Zaini menilai, karena ini menyangkut dua wilayah antara Bangkalan dan Surabaya, sehingga menjadi tanggungjawab dan kewenangan dari Gubernur Jatim. Oleh karenanya, dia berharap kepada orang nomor satu di Pemprov Jatim itu supaya segera bertindak untuk memasifkan upaya penyekatan.

“Termasuk penyekatan di Madura itu, bagaimana Bu Gubernur bisa mengatur supaya tidak (terjadi) penumpukan dan sebagainya. Bagaimana dari Madura itu (pengendara) sudah bawa surat swab ke Surabaya, jadi tidak perlu numpuk dan berkerumun,” jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya juga mengimbau masyarakat Madura, baik yang ada di Kota Surabaya maupun daerah lain agar mengikuti anjuran pemerintah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Apalagi berdasarkan informasi terbaru, varian baru Covid-19 dari India juga ditemukan dari hasil penyekatan di akses Suramadu.

Baca Juga:  Gugatan Machfud Arifin Soal Baliho Eri bersama Risma Ditolak PN Surabaya

“Saya berharap kepada masyarakat Madura di mana berada, khususnya di Surabaya maupun di Madura untuk bersama-sama patuh. Covid-19 ini ada, sudah setahun lebih, jadi harus percaya kita dan yakin Covid-19 itu ada,” pesan dia.

Di tempat yang sama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, bahwa tidak ada pembatasan bagi siapapun warga yang akan masuk ke Kota Pahlawan. Namun, karena di masa pandemi Covid-19, tentunya warga yang akan masuk ke Surabaya itu harus dipastikan sehat.

“Siapapun yang masuk Surabaya silahkan, tidak ada pembatasan. Tetapi harus ada surat sehatnya, makanya diswab,” kata Wali Kota Eri.

Baca Juga:  Resmi Jadi Wali Kota Surabaya, Ini Pidato Pertama dan Program Prioritas Eri Cahyadi

Sejak awal, Wali Kota Eri selalu menyampaikan, bahwa Covid-19 adalah musibah. Sehingga untuk menekan laju penyebaran, Satgas Covid-19 Surabaya menerapkan penyekatan untuk melindungi warga. Meski begitu, gotong-royong dan kerja keras dari semua pihak dibutuhkan untuk menanggulangi musibah ini.

“Karena ini adalah perbatasan, maka saya sampaikan bersama beliau-beliau ini dari IKAMA, kita bareng-bareng jaga Surabaya. Bagaimana orang yang masuk ke Surabaya itu semuanya harus sehat,” tuturnya.

Bagi dia, Surabaya dan Bangkalan Madura adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Sehingga untuk menekan laju penyebaran Covid-19 dibutuhkan pula sinergitas dari kedua pemangku kepentingan.

“Alhamdulillah beliau (Pembina IKAMA) akan menyampaikan ke Gubernur Jatim. Dengan adanya support dari beliaunya, saya semakin yakin bisa menjaga warga Surabaya dari Covid-19, sehingga bisa menyelesaikan semuanya,” tandasnya. (BS02)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB