Meski Pandemi, Transaksi Pameran Batik, Bordir dan Aksesoris Fair 2021 Tembus 2,05 M

- Publisher

Senin, 29 Maret 2021 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pameran Batik di Grand City/ist

i

Pameran Batik di Grand City/ist


Bicarasurabaya.com – Meski pandemi Covid-19, ternyata animo belanja masyarakat Jatim masih sangat tinggi. Terbukti, pada saat Pameran Batik, Bordir dan Aksesoris Fair ke -16 Tahun 2021 yang digelar di Grand City transaksinya sampai tembus Rp 2,05 miliar.

Direktur Utama PT Debindo Mitra Tama Dadang M Kushendarman menjelaskan Pameran Batik, Bordir dan Aksesoris Fair ke -16 Tahun 2021 secara resmi dibuka Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Grand City, Surabaya, Rabu (24/3) lalu.

Baca Juga:  Surabaya Printing Expo 2025 Resmi Dibuka, Pamerkan Teknologi Cetak Terkini

Pameran yang digelar bersamaan dengan tasyakuran HUT Dekranasda ke-41Tahun itu, diikuti 104 stan pameran batik, bordir dan aksesoris dari 38 Dekranasda kab/kota se Jatim. Mereka terbagi dalam 88 unit both (stand). Selain itu ada pula peserta dari Solo, Pekalongan, Banten dan Jakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dadang –panggilan akrab Dadang M Kushendarman, pameran itu digelar mulai 24 Maret dan berakhir 28 Maret 2021. Ia memastikan, guna memacu transaksi selama lima hari pameran, Debindo juga mendatangkan buyer (pembeli) dari luar Jatim.

Baca Juga:  Kontribusi Ritel Tetap Tinggi Selama Pandemi

‘’Tidak hanya Jatim saja. Tetapi, buyer dari luar Jatim juga kami undang. Diantaranya dari Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan,’’ ujarnya.

Ia menjelaskan, selama pameran berlangsung, jumlah pengunjung memang mengalami penurunan dibanding pameran serupa tahun 2020 lalu. Tetapi, penurunan tidak terlalu drastis. Jika tahun 2020 jumlah pengunjung pameran mencapai 20 ribu orang, tahun 2021 ini, masih menembus angka 15 ribu orang.

Baca Juga:  SIG Bekali 28 UMKM Cara Berjualan Menggunakan Platform Digital

‘’Kalau transaksinya memang turun agak tajam. Tahun 2020 lalu, transaksinya bisa tembu s Rp 6 miliar. Selain karena belum ada pandemi Cobid-19, waktu itu, peserta jauh lebih banyak dibanding sekarang,’’ imbuhnya.

Dadang menambahkan, selama pameran berlangsung telah dilangsungkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. ‘’Ada 24 even panggung selama pameran, dan alhamdulillah lancar semuanya,’’ pungkasnya. (BS01)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB