Ulang Tahun Perdana, Siswa Institut Amithya Unjuk Skill

- Publisher

Selasa, 9 Maret 2021 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pengajar dan siswa usai unjuk skill/bicarasurabaya.com

i

Para pengajar dan siswa usai unjuk skill/bicarasurabaya.com


Bicarasurabaya.com – Institut Amithya, sekolah perhotelan di Surabaya berstandar kurikulum internasional, kini telah memasuki usianya yang pertama pada Selasa (9/3/2021). Bertempat di Grand Darmo Suite Hotel Surabaya, seluruh siswa dan pengajar bertatap muka sehari untuk mempraktikkan hasil studi selama ini sekaligus bersamaan dengan hari jadi pertamanya.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, para siswa ini menunjukkan skill terbaiknya kepada seluruh pengajar.

“Pada dasarnya, program pembelajaran Institut Amithya adalah 70% praktik dan 30% teori. Pada kesempatan kali ini, kami ingin menguji keahlian para siswa sebelum terjun langsung di dunia kerja sesungguhnya dan kebetulan bersamaan dengan hari jadi sekolah,” terang Ricky Abdillah, Kepala Sekolah Institut Amithya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di masa pandemi Covid-19 ini, para siswa dibekali ilmu ekstra bagaimana mengkondisikan hotel dengan lebih higienis untuk para tamu dan tim hotel sendiri. Dimulai dari penggunaan masker, pembersihan kamar yang menggunakan bahan kimia khusus, pengecekan suhu para tamu, himbauan cuci tangan sebelum memasuki hotel, hingga bagaimana menghidangkan makanan kepada tamu dengan prokes yang baik dan benar.

Baca Juga:  Raih Penghargaan Indonesia’s Beautiful Women, Rucita: Jangan Pernah Takut Mencoba, Hanya Karena Kita Wanita!

“Seluruh rangkaian tersebut diuji hari ini,” katanya.

Siswa Institut Amithya saat unjuk skill/bicarasurabaya.com

Salah satu kegiatan menarik di hari jadi pertama Institut Amithya ini adalah kompetisi kreasi membungkus nasi yang dilakukan oleh para siswa. Didampingi oleh para pengajar, para siswa berlomba menghidangkan menu makanan yang dibungkus rapi layaknya standarisasi hotel yang berjumlah seribu bungkus nasi.

Kemudian, nasi bungkus itu dihidangkan untuk para tamu undangan, awak media, dan dibagikan kepada warga sekitar sebagai bentuk kegiatan sosial.

Baca Juga:  Sukses Hemat Energi, Grand Darmo Suite Diganjar Penghargaan oleh Wali Kota Surabaya

“Pada praktik ini, poin yang akan kami nilai adalah ketangkasan, kebersihan, manajemen waktu, kedisiplinan, dan kerjasama tim. Dalam hal ini, tujuan kami tak hanya mengasah hard skill para siswa, tetapi juga soft skill secara tim. Karena dalam semua pekerjaan, kita tidak akan bekerja sendiri, jadi kerjasama tim harus terus ditingkatkan dan para siswa Institut Amithya selalu diajarkan hal tersebut,” tambah Ricky.

Ia juga optimis Institut Amithya akan menjadi sekolah perhotelan yang dinamis dan persisten, Institut Amithya juga akan mengembangkan aplikasi pelatihan perhotelan gratis pertama di Indonesia.

“Kami sedang mengembangkan Instan Aja, aplikasi ini nantinya akan dapat diakses oleh publik jika ingin mengikuti pembelajaran perhotelan dan ilmu hospitality lainnya,” katanya.

Baca Juga:  Kenalkan Dunia Perhotelan melalui Institut Amithya Cup 2022
Siswa Institut Amithya saat memberikan makanan hasil karyanya/bicarasurabaya.com

Sementara itu, Direktur Yayasan Amithya International Rucita Permatasari menjelaskan Institut Amihtya memiliki program pembelajaran dengan hotel sistem satu-satunya di Indonesia.

“Apalagi dengan adanya aplikasi Instan Aja, kami ingin memberikan pembelajaran yang terbaik untuk para siswa dengan cara yang mudah dan menyenangkan,” kata Rucita.

Digadang akan menjadi aplikasi asli Indonesia yang mudah dan komprehensif, Instan Aja akan menjadi terobosan baru bagi para siswa dan masyarakat yang ingin mempelajari lebih lanjut dunia hospitality.

“Kami optimis bahwa industri pariwisata dan perhotelan akan membaik dan melaju pesat ke depannya. Untuk itu, melalui Institut Amithya, kami berniat mencetak tenaga kerja yang dapat bersaing secara global dengan keterampilan individu yang kuat,” tutup Rucita. (BS01)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB