Bicarasurabaya.com – Vaksinasi di Jawa Timur akhirnya dimulai. Hal itu ditandai dengan pemberian vaksin terhadap pejabat Forkopimda Jatim dan tokoh masyarakat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (14/1/2021).
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjadi orang yang pertama disuntik vaksin Covid-19 di Jatim. Ia sempat grogi saat hendak disuntik vaksin Sinovac itu.
Meski begitu, ia mengaku tidak merasakan reaksi apapun setelah 30 menit disuntik vaksin. Itu artinya, lanjut dia, vaksin tersebut bisa dikatakan aman. Apalagi, proses uji coba terhadap vaksin Covid-19 Sinovac tersebut terbilang ketat, sebelum akhirnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan surat izin penggunaan darurat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebelum kita ini banyak sekali yang mengikuti uji klinis tahap tiga. Jadi ini telah mengikuti proses yang sangat ketat sebelum BPOM mengeluarkan izin,” kata Emil seusai disuntik vaksin.
Menurut Emil, setiap penerima vaksin akan mendapatkan dua dosis, yang disuntikan sekitar dua pekan. Emil menyatakan, dirinya pun akan menerima dua dosis vaksin, sehingga untuk penyuntikan kedua rencananya akan dilakukan pada 28 Januari 2021.
“Jadi kami itu sudah mendapatkan sertifikat vaksin. Di sertifikat itu disebutkan jadwal vaksinasi kedua dan kontak yang bisa dihubungi kalau ada kendala,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa untuk tahap pertama, Pemprov Jatim menerima sebanyak 77.760 dosis vaksin dari Kemenkes. Dari jumlah tersebut, telah disalurkan 22 ribu dosis vaksin untuk wilayah Surabaya Raya yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.
Ia juga merinci pemberian vaksin tersebut. Khusus untuk Kota Surabaya menerima 15 ribu dari alokasi 33.420 dosis vaksin. Kemudian Sidoarjo menerima 4.000 dari alokasi 8.717 dosis vaksin, dan Gresik menerima 3.000 dari alokasi 5.805 dosis vaksin.
“Hari ini yang sudah dikirim ke tiga daerah dulu. Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Tapi yang lain sudah ada alokasinya,” tegasnya.
Emil juga memastikan, berdasarkan instruksi dari Kementerian Kesehatan, Surabaya Raya memang menjadi prioritas utama di Jatim, untuk dilakukannya vaksinasi Covid-19 pada tahap pertama. Emil menyatakan, pada Februari 2021, Jatim juga akan kembali dikirim sekitar 120 ribuan dosis vaksin dari Kementerian Kesehatan.
“Ada tambahan lagi 120 ribu vaksin rencana Februari. Karena menurut Surat Edaran Dirjen P2P Kemenkes, 38 kabupaten/ kota (di Jatim) sudah ada alokasinya,” pungkasnya. (BS01)









