Mahasiswa ITS Rancang Aplikasi Anti Covid, Rapid Test Bisa dari Rumah

- Publisher

Selasa, 5 Januari 2021 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Hore (dari kiri) M Dinandya Hendrico, Rosalia Kurniasari, dan Belinda Kezia Purwanto /Ist

i

Tim Hore (dari kiri) M Dinandya Hendrico, Rosalia Kurniasari, dan Belinda Kezia Purwanto /Ist


Bicarasurabaya.com – Meskipun Indonesia telah menerapkan kebijakan new normal atau kebiasaan baru, namun realitanya jumlah pasien positif Covid-19 masih mengalami peningkatan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat sebuah aplikasi bernama Anti Covid, yang menawarkan perlindungan diri dari Covid-19.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Rosalia Kurniasari, Belinda Kezia Purwanto, dan M Dinandya Hendrico yang tergabung dalam Tim Hore. Mereka membuat sebuah inovasi berupa aplikasi yang bekerja sama dengan tenaga medis dan relawan. Salah satu fitur unggulan Anti Covid ini adalah layanan rapid test dari rumah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Tim Hore, Rosalia Kurniasari atau yang biasa disapa Rosa menjelaskan, bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum memenuhi aturan protokol kesehatan dan tidak paham mengenai prosedur rapid test. Kemudian masih banyak masyarakat yang takut untuk melakukan rapid test di rumah sakit.

Baca Juga:  Manfaatkan Potensi Alam, ITS Rancang Alat Pengolah Biji Kemiri Jadi Minyak

“Karena melihat kemungkinan terjangkit virus Covid-19 di rumah sakit sangat tinggi,” kata Rosa dalam keterangan tertulis yang diterima Bicara Surabaya.

Padahal pada era new normal ini banyak kepentingan yang membutuhkan hasil rapid test, misalnya saat akan menaiki kendaraan umum seperti kereta. Maka dari itu, tim Hore menyediakan fitur seperti layanan rapid test dari rumah.

“Sehingga masyarakat itu tidak perlu khawatir terkena virus Covid-19 dari rumah sakit,” terang mahasiswa Departemen Teknik Kimia ini.

Ketika pengguna telah melakukan rapid test maka hasilnya dapat diunduh melalui aplikasi. Apabila pengguna dinyatakan positif, maka pasien akan diberi peringatan isolasi mandiri yang akan diawasi oleh tenaga kesehatan selama 14 hari sesuai dengan aturan yang ada.

Baca Juga:  StrokeGuard, Inovasi Mahasiswa ITS untuk Pemantauan Tekanan Darah Pasien Strok

Selain itu, menurut Rosa, ada beberapa fitur lain yang ditawarkan, seperti pengguna dapat melakukan konsultasi terkait Covid-19 secara daring dengan tenaga medis.

“Pengguna juga dapat mengetahui berita kesehatan terbaru khususnya mengenai info Covid-19,” papar mahasiswa angkatan tahun 2019.

Rosa mengatakan, aplikasi Anti Covid ini juga dapat membantu mencegah penularan dengan social distancing. Karena aplikasi ini dilengkapi dengan sistem director finding, sehingga mampu melacak lokasi pengguna.

Apabila terdapat dua pengguna atau lebih dalam jarak berdekatan, maka akan muncul notifikasi berupa peringatan untuk saling berjaga jarak satu sama lain.

Baca Juga:  Mahasiswa ITS Buat Gagasan Teknologi Deteksi Illegal Fishing

Teknologi yang digunakan untuk melacak lokasi pengguna yaitu menggunakan fitur Bluetooth 5.1 dengan dilengkapi BLE (Bluetooth Low Energy), sehingga tidak banyak menguras baterai ponsel. Selain itu, aplikasi berbasis mobile ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan framework JQuery Mobile.

Harapannya, ide ini dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi aplikasi yang sebenarnya. Sehingga dapat membantu melindungi dan mengedukasi masyarakat. Lalu untuk mempermudah pelayanan kesehatan, apalagi di masa pandemi era new normal seperti sekarang ini.

“Tetap saja, semua ini juga perlu dukungan berupa kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan yang berlaku,” pungkas Rosa. (BS02)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB