Dari Mangrove Surabaya, Profesor ITS Temukan Bakteri Pemakan Plastik

- Publisher

Selasa, 21 Oktober 2025 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Krisis sampah plastik yang menumpuk di daratan dan mencemari laut terus menjadi ancaman serius bagi ekosistem Indonesia. Dari kawasan mangrove Wonorejo, Surabaya, muncul secercah harapan: riset ilmiah yang menemukan bakteri alami yang mampu mengurai limbah plastik.

Riset tersebut dilakukan oleh Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Dr. rer. nat. Ir. Maya Shovitri, M.Si, yang sejak 2013 meneliti potensi mikroorganisme lokal sebagai solusi biodegradasi plastik.

“Wilayah mangrove Wonorejo dikenal sebagai titik akumulasi sedimen dan limbah plastik. Ini menjadikannya habitat ideal untuk menemukan bakteri yang mampu bertahan sekaligus mendegradasi plastik,” ujar profesor dari Departemen Biologi ITS tersebut.

Dalam penelitiannya, Prof. Maya menerapkan berbagai metode seperti Winogradsky column, soil burial, dan overlying water untuk menumbuhkan bakteri pada potongan tas plastik yang terendam air laut dan sedimen tercemar.
“Proses ini memungkinkan bakteri beradaptasi hingga mampu melakukan degradasi plastik secara alami,” jelasnya.

Hasil riset menunjukkan empat genus bakteri — Bacillus, Brevibacillus, Lysinibacillus, dan Pseudomonas — mampu menghasilkan enzim seperti lipase, alkane hidroksilase, dan ligninolitik yang berperan aktif dalam proses penguraian plastik.

Baca Juga:  Polrestabes Surabaya Sterilisasi Sejumlah Gereja Jelang Natal

“Dalam 16 minggu, proses ini menurunkan berat kering plastik hingga 12 persen,” ungkapnya.

Penelitian ini membuka jalan bagi pengembangan bioteknologi hijau yang ramah lingkungan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin 12 (produksi dan konsumsi berkelanjutan), poin 14 (ekosistem lautan), dan poin 15 (ekosistem daratan).

Menurut Prof. Maya, riset ini tidak hanya memperkaya ilmu tentang biodiversitas mikroorganisme tropis, tetapi juga menjadi pijakan awal menuju ekonomi biosirkular — sistem yang mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai tambah.

Baca Juga:  Damkar Imbau Warga Cek Listrik dan Gas Sebelum Mudik

“Harapannya, temuan ini bisa dikembangkan menjadi produk yang mendukung pengurangan sampah plastik secara nyata. Dengan sinergi antara industri, pemerintah, dan masyarakat, dari ekosistem mangrove kita bisa menemukan jawaban atas tantangan global pencemaran plastik,” pungkasnya.(BS/za)

Berita Terkait

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB