Bicarasurabaya.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Pemprov Jatim mendapatkan penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2020 Kategori Provinsi Terinovatif.
Penganugerahan IGA Award 2020 diberikan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri Dr. Drs. A. Fatoni, M.Si kepada Kepala BPSDM Provinsi Jatim Aries Agung Paewai mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat, Jumat (18/12/2020).
Penilaian pengukuran indeks inovasi daerah melibatkan 15 dewan juri dari Kementerian/Lembaga, media dan juga berbagai instansi ataupun lembaga kredibel lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penghargaan yang digagas Kemendagri ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun, dan pada tahun 2020 ini terhimpun sebanyak 14.897 inovasi yang disampaikan oleh 485 Pemerintah Daerah se-Indonesia, baik tingkat provinsi, kabupaten maupun kota.
Ada lima kategori penghargaan yang diberikan dalam IGA 2020, yaitu: (1) Provinsi Terinovatif, (2) Kabupaten/Kota Terinovatif, (3) Kabupaten/Kota Terinovatif kategori daerah tertinggal, (4) Kabupaten/Kota Terinovatif kategori kawasan perbatasan, dan (5) Kabupaten/Kota Terinovatif kategori Provinsi Papua dan Papua Barat.
Para pemenang IGA 2020 diusulkan mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) Bidang Inovasi Daerah kepada Menteri Keuangan RI.
Atas penghargaan ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, penghargaan ini merupakan wujud apresiasi atas kerja keras dari seluruh pihak, khususnya ASN di lingkungan Pemprov Jatim yang terus melakukan inovasi untuk meningkatkan layanan masyarakat.
Menurutnya, penghargaan IGA Award 2020 ini semakin memacu Pemprov Jatim lebih bersemangat dalam menciptakan inovasi dan pelayanan publik terbaik pada masyarakat.
“Ini menjadi pendorong semangat kita untuk berinovasi memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat,” kata Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini.
Oleh karena itu, Gubernur Khofifah terus mendorong ASN Pemprov Jatim terus menciptakan inovasi untuk memberikan percepatan layanan yang makin Cepat-Efektif-Efisien-Tanggap-Transaparan- Akuntabel dan Responsive (CETTAR) kepada seluruh masyarakat Jatim, sehingga mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat.
Bagi dia, memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui berbagai inovasi dari pemprov, merupakan bentuk upaya realisasi atas komitmen kerja CETTAR.
“Sejalan dengan motto kerja ASN Pemprov Jatim Cettar yaitu Cepat, Efektif, Efisien, Tanggap, Transparan, Akuntabel dan Responsif, maka motto ini akan mengalir ke semua sendi layanan perangkat daerah. Semoga ke depan kita bisa lebih baik lagi, lebih cepat serta lebih responsif dalam memberikan layanan kepada masyarakat Jawa Timur,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendagri Muhammad Hudori berpesan agar inovasi harus ada di setiap nafas pelaksanaan urusan pemerintahan. Untuk itu, inovasi seyogyanya sudah harus menjadi visi pemerintah daerah, terutama sebagai katalisator dalam mempermudah investasi dari pusat ke daerah.
“Inovasi diharapkan menjadi katalisator untuk mempermudah pertumbuhan investasi dengan menghilangkan segala hambatannya,” kata Hudori.
Makanya, filosofi inovasi itu harus bisa memangkas biaya (cut off cost of the money), memangkas jalur birokrasi yang panjang (cut off bureaucratic path), dan memangkas waktu yang panjang (cut off the time).
“Dalam implementasinya harus dijalankan dengan motto lebih cepat (faster), lebih mudah (easier), lebih murah (cheaper), lebih pintar (smarter) dan lebih baik (better),” tandasnya. (BS01)









