Terima 50.250 Rapid Antigen, Pemprov Jatim Terus Genjot Testing

- Publisher

Kamis, 17 Desember 2020 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah saat menerima bantuan Rapid Antigen dari BNPB/ist

i

Gubernur Khofifah saat menerima bantuan Rapid Antigen dari BNPB/ist


Bicarasurabaya.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendapat bantuan 50.250 pcs Rapid Test Antigen dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (16/12/2020).

Bantuan tersebut dikirim ke Jawa Timur lantaran jumlah pasien Covid-19 di Jawa Timur meningkat. Oleh karena itu, Pemprov Jatim kembali mengencangkan sabuk untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayahnya dengan terus mempercepat testing.

“Kembali kita ingin memberikan percepatan-percepatan layanan, rapid antigen test antara lain untuk memberikan percepatan testing untuk screening,” kata Gubernur Khofifah.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Jatim, per Rabu (16/12), penggunaan rapid test baik antibody maupun antigen untuk kegiatan screening dan Tracing telah tembus 1.072.733 test. Jumlah rapid test yang dilakukan tertinggi di Indonesia. Dengan populasi Jatim sekitar 40 juta penduduk, maka 1 dari 38 penduduk Jatim telah di tes cepat Covid-19 dengan rapid test.

Sementara untuk swab test di Jatim sendiri tercatat 752.302 jumlah individu yang telah diperiksa PCR. Dengan populasi Jatim sekitar 40 juta penduduk, maka 1 dari 54 warga Jatim telah di tes Covid-19 dengan swab dan PCR test.

Gubernur Khofifah menjelaskan, rapid antigen yang akan dipakai di Jawa Timur ini menggunakan sampel hasil dari swab yang sudah mendapatkan rekomendasi dari WHO, sehingga hasilnya lebih akurat dan kredibel. Apabila dibandingkan dengan swab PCR, akurasi testing ini mencapai 85 persen.

Baca Juga:  Jatim Urutan Kedua Penyumbang Terbesar Ekspor Indonesia ke Pasar Global

“Rapid antigen juga sangat efektif untuk mendeteksi pasien yang masih menular utamanya dengan CT Value dibawah 25, sehingga temuan positif dari rapid antigen dapat menscreening pasien yang masih berpotensi menularkan,” katanya.

Selain itu, rapid antigen relatif mudah dikerjakan dan hasilnya cepat diketahui. Alhasil, ini akan semakin mempercepat upaya 3T di Jawa Timur.

“Dengan akurasi yang cukup baik dan kemampuan deteksi kasus yang masih infeksius, kita bisa segera tahu hasilnya dalam 15 menit setelah dilakukan pengambilan sampel. Ini akan mempercepat penemuan kasus baru maupun tracing di Jatim supaya segera di isolasi dan penularan dapat dihentikan” jelasnya.

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Manfaatkan Gowes Sembari Beri Pesan ke Masyarakat

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menambahkan bahwa rapid test antigen ini diperuntukkan bagi semua yang beresiko tinggi, yakni memiliki kesibukan dan mobilitas yang tinggi.

“Selain untuk yang beresiko, ini juga untuk yang sibuk-sibuk, karena hasilnya bisa cepat diketahui, tetapi kita berdoa mudah-mudahan kita semua sehat,” imbuhnya. (BS01)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB