Bakal Memperbesar BOPDA, Eri Cahyadi Tak Ingin Ada Ketimpangan Sekolah Negeri dan Swasta

- Publisher

Kamis, 22 Oktober 2020 - 23:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eri Cahyadi menyampaikan Komitmennya memperbesar BOPDA/ist

i

Eri Cahyadi menyampaikan Komitmennya memperbesar BOPDA/ist


Bicarasurabaya.com– Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan komitmennya untuk mendorong kualitas pendidikan di Kota Pahlawan, termasuk dengan memperbesar subsidi untuk sekolah swasta.

Mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu tak ingin ketimpangan antara sekolah negeri dan swasta nantinya melebar.

”Jangan pilih kasih. Semua anak-anak kita, baik yang di negeri maupun swasta. Semua guru-guru terhormat kita, baik yang mengabdi di swasta maupun negeri. Kami benar-benar memperhatikan sekolah swasta. Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) untuk sekolah swasta akan kami perbesar,” ujar Eri seusai bertemu dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Swasta Kota Surabaya, Kamis (22/10/2020).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama di Bappeko, lanjut dia, Eri sudah merintis pemberian tunjangan untuk guru-guru swasta yang belum menerima tunjangan profesi dari pemerintah pusat. Syaratnya, minimal dua tahun menjalani profesi sebagai guru.

Baca Juga:  Survei Charta Politika: Elektabilitas Eri-Armudji 51,2 Persen, Machfud-Mujiaman 40,7 Persen

“Kualitas guru juga harus disamakan antara negeri dan swasta. Ada sertifikasi. Tapi para guru juga harus mudah mengurusi semuanya, mengurus administrasinya. Itu ke depan kami bantu lewat aplikasi yang mudah,” ujarnya.

”Intinya kolaborasi swasta dan negeri adalah jawaban membangun Surabaya ke depan,” imbuh Eri.

Eri juga akan tetap memastikan jumlah rombongan belajar (rombel) sebanyak 32 pelajar di setiap sekolah.

“Ya ini cara berbagi. Ketika sekolah swasta itu ternyata ada yang banyak muridnya, ya jangan menambah kelas, tapi ingat tetangganya (sekolah lain). Pun demikian dengan sekolah negeri. Sehingga semua seimbang, bisa berbagi peran antara swasta dan negeri,” ujarnya.

Baca Juga:  Universiti Malaya Kunjungi Jatim, Khofifah Tawarkan Kolaborasi Pendidikan

“Ketika akan menambah sekolah negeri, kami juga akan melihat betul berapa sih jumlah lulusan SD yang masuk di wilayah itu. Ketika wilayah itu sudah tercover dengan sekolah negeri dan swasta, maka kita tidak akan pernah lagi mendirikan sekolah baru di titik yang sama,” tambahnya.

Namun, jika di satu wilayah, sekolah negeri dan swasta tidak mampu menampung jumlah siswa, maka Eri akan membuka sekolah baru, dan bersyukur jika ada sekolah swasta yang buka di daerah tersebut. “Ataupun ada sekolah swasta baru dan tidak mengandalkan pemerintah kota, tentu pemerintah akan lebih senang. Silahkan mendirikan sekolah disana,” lanjut Eri.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Siswa Inklusi dengan Sistem Zonasi

Ketua MKKS SMP Swasta Kota Surabaya Erwin Darmogo mengaku senang dengan paparan Eri Cahyadi untuk menghapus dikotomi sekolah negeri dan swasta. Karena sejatinya pendidikan bagi generasi bangsa tidak bisa dibedakan dari sekolahnya.

“Kami sangat sepakat sekali, karena pendidikan itu tidak bisa dilihat dari negeri dan swasta ya. Pendidikan itu harus dilihat secara umum karena untuk kesejahteraan bangsa dan negara,” kata Erwin.

“Kami sangat apresiasi sekali ya dan kami harap pemikiran beliau dapat diwujudkan. Saya yakinlah ketika beliau jadi wali kota, beliau akan amanah, seperti yang disampaikan beliau katakan tadi,” tutur Erwin. (BS01)

Berita Terkait

3 Legislator Ditangkap dan Positif Narkoba, Ini Respons Gerindra
Anggota DPRD Kabupaten Malang Dikabarkan Diamankan Polisi di Surabaya
RAPBD Surabaya 2027 Rp12,8 T, Anggaran Pendidikan Naik Jadi 22%
PDIP Siapkan Bursa Pilgub Jatim 2029, Ada Risma hingga Eri Cahyadi
Megawati Minta PDI-P Jatim Kembali Jadi Kandang Banteng di Pemilu 2029
Pakar ITS Ingatkan Gempa Susulan Flores hingga 2 Minggu ke Depan
Eks Bupati Ponorogo Dituntut 7 Tahun Penjara Kasus Suap dan Gratifikasi
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam hingga UBS Kompak Menguat

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 14:27 WIB

3 Legislator Ditangkap dan Positif Narkoba, Ini Respons Gerindra

Rabu, 30 September 2026 - 10:36 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Malang Dikabarkan Diamankan Polisi di Surabaya

Rabu, 30 September 2026 - 06:35 WIB

RAPBD Surabaya 2027 Rp12,8 T, Anggaran Pendidikan Naik Jadi 22%

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:31 WIB

PDIP Siapkan Bursa Pilgub Jatim 2029, Ada Risma hingga Eri Cahyadi

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Megawati Minta PDI-P Jatim Kembali Jadi Kandang Banteng di Pemilu 2029

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB