Urai Macet Tambang Boyo, Lima Bangunan Liar di Pacar Kembang Ditertibkan

- Publisher

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alat berat diturunkan untuk mempercepat penertiban bangunan liar di kawasan Tambang Boyo-Pacar Kembang. (Foto: dok Satpol PP Surabaya)

i

Alat berat diturunkan untuk mempercepat penertiban bangunan liar di kawasan Tambang Boyo-Pacar Kembang. (Foto: dok Satpol PP Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Lima bangunan yang selama ini berdiri di sempadan saluran kawasan Pacar Kembang, Surabaya, ditertibkan. Lahan yang sebelumnya ditempati warung hingga rumah tinggal itu akan diaspal untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar Traffic Light (TL) Jalan Tambang Boyo.

Bangunan liar yang berdiri di atas lahan sempadan saluran di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) Provinsi Jawa Timur.

Kabid Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Surabaya, Mudita Dhira Widaksa, mengatakan penertiban dilakukan setelah melalui sejumlah tahapan. Mulai dari sosialisasi, pendataan, hingga pemberian surat peringatan pertama sampai ketiga kepada pemilik bangunan.

“Penertiban ini sudah melalui sosialisasi dan pemberian surat peringatan pertama hingga ketiga oleh DPU SDA Provinsi Jawa Timur,” kata Mudita, Jumat (30/10/2026).

Pemkot Surabaya bersama DPU SDA Jatim juga melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui tokoh setempat, RT, dan RW sebelum penertiban berlangsung.

Lima bangunan yang ditertibkan terdiri dari warung kopi, warung makan, garasi mobil, rumah jahit, dan rumah tinggal. Saat petugas datang, seluruh bangunan sudah dalam kondisi kosong dan tidak berpenghuni.

Baca Juga:  Titip Kendaraan Saat Mudik, Park and Ride Surabaya Diskon hingga 60 Persen

Meski demikian, aliran listrik dan air masih tersambung. Petugas kemudian berkoordinasi dengan PLN dan PDAM untuk memutus sambungan sebelum pembongkaran dilanjutkan.

Mudita menyebut lahan bekas bangunan akan diaspal oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya. Penataan tersebut diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan di sekitar persimpangan Jalan Tambang Boyo.

“Harapannya, setelah dilakukan pengaspalan, kawasan ini bisa membantu mengurai kemacetan sehingga masyarakat dapat melintas dengan nyaman,” ujarnya.

Baca Juga:  Korban Tewas di Proyek Saluran Air Pemkot, Wali Kota Eri Evaluasi Proyek Box Culvert

Pemkot Surabaya juga mengingatkan masyarakat agar tidak kembali mendirikan bangunan di kawasan sempadan saluran. Area tersebut bukan diperuntukkan bagi tempat usaha maupun hunian.

Penertiban ini diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi sempadan saluran, tetapi juga mendukung penataan kawasan dan kelancaran lalu lintas di Tambaksari. (BS/za)

Berita Terkait

RSUD Dr Soetomo Raih Akreditasi Internasional JCI 3 Kali Tanpa Remedial
Persebaya Siapkan Rotasi Hadapi Persijap
BMKG Ungkap Penyebab Surut Ekstrem di Selat Bali
Surut Ekstrem Selat Bali, Trip Kapal Gilimanuk-Ketapang Turun Separuh
Surabaya Berawan Hari Ini, Mojokerto dan Lamongan Diprakirakan Hujan
Proyek Rumah Pompa Surabaya Capai 90%, Ditargetkan Rampung November
Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas
Harga Emas Antam Turun Setelah Naik Dua Hari, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:16 WIB

RSUD Dr Soetomo Raih Akreditasi Internasional JCI 3 Kali Tanpa Remedial

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Urai Macet Tambang Boyo, Lima Bangunan Liar di Pacar Kembang Ditertibkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Persebaya Siapkan Rotasi Hadapi Persijap

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:29 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Surut Ekstrem di Selat Bali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:04 WIB

Surut Ekstrem Selat Bali, Trip Kapal Gilimanuk-Ketapang Turun Separuh

Berita Terbaru

Tavares siapkan kemungkinan rotasi pemain hadapi Persijap akibat jadwal padat. (Foto: persebaya.id)

Bicara Sepakbola

Persebaya Siapkan Rotasi Hadapi Persijap

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:28 WIB

Foto: dok ASDP

Bicara Jatim

BMKG Ungkap Penyebab Surut Ekstrem di Selat Bali

Jumat, 30 Okt 2026 - 07:29 WIB