BMKG Ungkap Penyebab Surut Ekstrem di Selat Bali

- Publisher

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok ASDP

i

Foto: dok ASDP

Bicarasurabaya.com – Fenomena pasang-surut ekstrem di Selat Bali diperkirakan masih berlangsung hingga tiga hari ke depan. BMKG Banyuwangi menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena perigee, yakni posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, Yudhi Nugraha Septiadi, mengatakan fenomena perigee dapat meningkatkan ketinggian pasang maupun surut air laut.

“Fenomena perigee, yaitu jarak terdekat bumi-bulan, dapat meningkatkan ketinggian pasang maupun surut air laut,” kata Yudhi ketika dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).

Yudhi menjelaskan, pasang-surut air laut dipengaruhi gaya gravitasi bulan dan matahari serta gaya sentrifugal akibat rotasi bumi. Kombinasi faktor tersebut memengaruhi perubahan ketinggian permukaan air laut.

Berdasarkan pemantauan BMKG selama tiga hari terakhir, pasang tertinggi di Selat Bali mencapai 1,6 meter dari rata-rata muka air laut atau mean sea level (MSL). Sementara itu, surut terendah tercatat hingga minus 1,6 meter dari MSL.

Baca Juga:  Harga Emas Turun, Antam ke Rp2,8 Juta, UBS dan Galeri24 Terkoreksi

Yudhi mengatakan surut terendah dalam pemantauan terakhir terjadi sekitar pukul 04.00 hingga 07.00. Namun, waktu tersebut tidak bersifat tetap dan dapat berubah.

“Waktu terjadinya surut terendah ke depannya akan berbeda,” ujarnya.

BMKG memperkirakan pengaruh fenomena perigee masih berlangsung hingga tiga hari ke depan. Setelah itu, dampaknya diprediksi berangsur-angsur menurun.

Meski demikian, Yudhi mengingatkan masyarakat dan pihak terkait tetap mewaspadai kemungkinan pasang-surut air laut yang kuat selama periode tersebut. (BS/za)

Baca Juga:  Truk Kontainer Tabrak 5 Motor di Pandaan, Tiga Orang Tewas

Berita Terkait

RSUD Dr Soetomo Raih Akreditasi Internasional JCI 3 Kali Tanpa Remedial
Urai Macet Tambang Boyo, Lima Bangunan Liar di Pacar Kembang Ditertibkan
Persebaya Siapkan Rotasi Hadapi Persijap
Surut Ekstrem Selat Bali, Trip Kapal Gilimanuk-Ketapang Turun Separuh
Surabaya Berawan Hari Ini, Mojokerto dan Lamongan Diprakirakan Hujan
Proyek Rumah Pompa Surabaya Capai 90%, Ditargetkan Rampung November
Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Copot 8 Pejabat Bulog-Bapanas
Harga Emas Antam Turun Setelah Naik Dua Hari, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:16 WIB

RSUD Dr Soetomo Raih Akreditasi Internasional JCI 3 Kali Tanpa Remedial

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Urai Macet Tambang Boyo, Lima Bangunan Liar di Pacar Kembang Ditertibkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Persebaya Siapkan Rotasi Hadapi Persijap

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:29 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Surut Ekstrem di Selat Bali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:04 WIB

Surut Ekstrem Selat Bali, Trip Kapal Gilimanuk-Ketapang Turun Separuh

Berita Terbaru

Tavares siapkan kemungkinan rotasi pemain hadapi Persijap akibat jadwal padat. (Foto: persebaya.id)

Bicara Sepakbola

Persebaya Siapkan Rotasi Hadapi Persijap

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:28 WIB

Foto: dok ASDP

Bicara Jatim

BMKG Ungkap Penyebab Surut Ekstrem di Selat Bali

Jumat, 30 Okt 2026 - 07:29 WIB