Bicarasurabaya.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan empat proyek infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Pacitan. Perbaikan itu mencakup jalan napak tilas gerilya Jenderal Sudirman, pelebaran ruas Arjosari–Purwantoro, pembangunan kembali Jembatan Kaligoro II, hingga penguatan lereng jalan yang terdampak longsor.
Peresmian dilakukan bersama Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji pada Rabu (21/10/2026). Empat proyek tersebut tersebar di Kecamatan Tegalombo, Nawangan, Sudimoro, dan Arjosari.
Khofifah mengatakan, peningkatan infrastruktur diharapkan memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jalan yang semakin baik pasti nantinya memudahkan mobilitas masyarakat dan memperlancar aktivitas ekonomi warga,” kata Khofifah dalam keterangan yang diterima, Jumat (23/10/2026).
Salah satu proyek yang diselesaikan adalah perbaikan jalan napak tilas gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo. Jalan sepanjang 2,25 kilometer itu sebelumnya memiliki lebar sekitar dua meter dengan kondisi berbatu dan sejumlah bagian rusak.
Setelah diperbaiki, lebar jalan menjadi sekitar 2,5–3 meter. Proyek dengan nilai kontrak Rp 2,855 miliar itu diharapkan mempermudah warga menuju pasar dan sekolah, terutama saat hujan.
Warga Desa Kasihan, Nurani, mengaku merasakan perubahan setelah jalan diperbaiki. Sebelumnya, kondisi jalan yang rusak membuat perjalanan warga terganggu ketika hujan turun.
“Dulu kalau hujan tidak bisa lewat, kondisinya rusak parah. Sekarang jalannya mulus. Warga lebih mudah pergi ke pasar dan anak-anak bisa ke sekolah dengan lancar dan aman,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Jatim menyelesaikan pelebaran ruas Arjosari–Purwantoro hingga batas Jawa Tengah di Kecamatan Nawangan. Pekerjaan senilai Rp 13 miliar tersebut berlangsung pada 25 Maret hingga 2 Oktober 2026.
Pelebaran ditujukan untuk meningkatkan kapasitas jalan dan memperlancar pergerakan orang maupun barang antardaerah.
Pemprov Jatim juga memulihkan dua infrastruktur yang terdampak bencana alam. Jembatan Kaligoro II di Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro, dibangun kembali setelah rusak akibat banjir.
Jembatan tersebut menggunakan konstruksi Bailey dengan panjang 30 meter dan lebar 3,1 meter. Pembangunannya menelan anggaran Rp 4,47 miliar.
Sementara itu, talud pengaman jalan Karanggede–Jatimalang di Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, dibangun menggunakan konstruksi bronjong untuk menangani kerusakan lereng akibat longsor. Proyek senilai Rp 1,51 miliar tersebut ditujukan untuk menjaga kestabilan lereng dan melindungi badan jalan dari kerusakan lebih lanjut.
Penanganan darurat Jembatan Kaligoro II dan talud menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026.
Khofifah menegaskan, pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana perlu dipercepat karena akses tersebut berkaitan langsung dengan kegiatan sehari-hari masyarakat.
Ia juga meminta masyarakat dan pemerintah daerah ikut menjaga jalan serta jembatan yang telah diperbaiki, sekaligus tetap waspada terhadap potensi bencana.
Penyelesaian empat proyek ini diharapkan tidak hanya memulihkan akses warga, tetapi juga memperkuat konektivitas ant wilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Pacitan. (BS/za)










