Bicarasurabaya.com – Sejumlah kawasan pesisir Jawa Timur, termasuk Pelabuhan Surabaya, berpotensi dilanda banjir rob pada 26-29 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat pesisir untuk mewaspadai kenaikan maksimum air laut akibat fenomena astronomi pada akhir bulan ini.
Dalam siaran pers Direktorat Meteorologi Maritim BMKG yang diterima Kamis (22/10/2026), potensi banjir rob dipetakan di tiga kawasan, yakni Pelabuhan Surabaya, pesisir Surabaya Barat, dan pesisir timur Surabaya. Masing-masing wilayah memiliki periode potensi rob yang berbeda.
Di kawasan Pelabuhan Surabaya, potensi rob diperkirakan terjadi pada 27-29 Oktober. Wilayah yang masuk dalam pemetaan ini meliputi Surabaya Utara, Benowo, Kalianak, dan Krembangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, pesisir Surabaya Barat yang mencakup Gresik, Lamongan, dan Tuban berpotensi terdampak pada 26-29 Oktober.
Adapun pesisir timur Surabaya, meliputi Sidoarjo, Pasuruan, dan Probolinggo, berpotensi mengalami rob pada 27-28 Oktober 2026.
Purnama dan Perigee Tingkatkan Potensi Rob
BMKG menjelaskan, potensi banjir pesisir tersebut berkaitan dengan fase Bulan Purnama pada 26 Oktober dan perigee pada 29 Oktober 2026.
Perigee merupakan kondisi ketika Bulan berada pada posisi terdekat dengan Bumi. Kedua fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut.
Berdasarkan pemantauan ketinggian muka air laut dan prediksi pasang surut, kondisi tersebut dapat memicu banjir pesisir di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Banjir rob berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir dan pelabuhan. Sejumlah sektor yang perlu mengantisipasi dampaknya antara lain kegiatan bongkar muat barang, permukiman pesisir, tambak garam, serta perikanan darat.
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut.
Masyarakat juga diminta memantau perkembangan informasi cuaca maritim dan pasang surut melalui situs resmi BMKG di maritim.bmkg.go.id, akun media sosial @BMKGmaritim, atau kantor BMKG terdekat.
BMKG menegaskan informasi tersebut merupakan peringatan potensi, bukan kepastian terjadinya banjir rob. Karena itu, warga pesisir, nelayan, dan pelaku usaha pelabuhan perlu mengikuti pembaruan informasi agar dapat mengantisipasi kemungkinan gangguan aktivitas. (BS/za)











