Surabaya Dilirik Singapura, 3 Sektor Tata Kota Jadi Sorotan

- Publisher

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengolahan sampah di TPA Benowo diolah menjadi sumber energi terbarukan. (Foto: dok Dikominfo)

i

Pengolahan sampah di TPA Benowo diolah menjadi sumber energi terbarukan. (Foto: dok Dikominfo)

Bicarasurabaya.com – Pengelolaan air bersih, sampah, dan ruang terbuka hijau (RTH) menjadi tiga sektor yang menarik perhatian delegasi Centre for Liveable Cities (CLC) Singapura saat membahas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya 2025-2045. Pertemuan tersebut juga menjadi ajang pertukaran pengalaman dalam merancang kota yang lebih layak huni.

Sebanyak 20 delegasi CLC Singapura mengunjungi Surabaya pada Senin (12/10/2026). Mereka berdiskusi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengenai arah penataan kota untuk 20 tahun ke depan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, mengatakan delegasi Singapura menaruh perhatian pada rencana pemenuhan kebutuhan air baku, penyediaan air bersih, hingga pengolahan air limbah.

“Mereka tertarik pada perencanaan pemenuhan air baku untuk Kota Surabaya. Mereka juga menanyakan rencana pemenuhan kebutuhan air bersih dan pengolahan air limbah sampai 2045,” kata Maria dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).

Selain sektor air, delegasi tersebut menyoroti penyediaan RTH di Surabaya. Pemkot kemudian mengajak rombongan meninjau sejumlah lokasi, termasuk Kebun Raya Mangrove dan Taman Harmoni.

Pengelolaan sampah juga masuk dalam agenda kunjungan. Delegasi diajak melihat Bank Sampah Induk di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya serta berdiskusi mengenai pengembangan sistem pengolahan sampah, termasuk keberadaan 12 tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS 3R) yang disebut Maria.

Baca Juga:  Usai Diservis, Mobil Warga Semampir Tengah Terbakar di Garasi Rumah

Surabaya Ingin Belajar Pengelolaan Sampah dan Permukiman

Pertemuan tersebut tak hanya membahas rencana tata ruang. Pemkot Surabaya juga menggali pengalaman Singapura dalam mengelola sampah dan menata kawasan permukiman agar lebih layak huni.

Menurut Maria, pengelolaan sampah dan penataan permukiman masih menjadi tantangan bagi kota besar seperti Surabaya. Saat ini, Surabaya memiliki fasilitas insinerator pengolahan sampah di kawasan Benowo. Pemkot juga merencanakan pembangunan fasilitas serupa di wilayah Surabaya Barat.

Di sisi lain, penataan permukiman membutuhkan perhatian khusus, terutama di kawasan dengan jalan sempit, saluran drainase yang tersumbat, dan keterbatasan akses mobilitas.

Baca Juga:  Progres Pembebasan Lahan Flyover Taman Pelangi Capai Tahap Akhir

Maria menyebut penataan kawasan prioritas perlu dipikirkan agar permukiman memenuhi standar kelayakan. Salah satu opsi yang dapat dikaji ialah pembangunan hunian bertingkat, dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan setiap kawasan.

Pemkot berharap pertukaran pengalaman dengan Singapura dapat menjadi masukan untuk menyempurnakan perencanaan kota Surabaya hingga 2045.

“Harapan kita, Singapura bisa memberikan ilmu dan praktik-praktik keberhasilan perencanaan kota yang mereka terapkan di sana. Kota Surabaya juga bisa mengacu dan menerapkannya di sini,” ujarnya.

Pemkot Surabaya berharap kerja sama pertukaran pengetahuan tersebut dapat mendukung pengembangan kota yang lebih tertata, ramah lingkungan, dan layak huni bagi masyarakat. (BS/za)

Berita Terkait

Polda Jatim Gerebek Sarang Narkoba Jalan Kunti Surabaya, Belasan Orang Diamankan
Harga Emas Antam Hari Ini Tak Bergerak Usai Anjlok Rp 20.000
Jual Miras Eceran Tak Sesuai Izin, Toko di Surabaya Disegel
Karhutla Ganggu 1.813 Penerbangan, Mayoritas Dibatalkan
Usai Menang di Lampung, Persebaya Fokus Hadapi PSS Sleman
36 Daerah di Jatim Status Awas Kekeringan, BMKG Prediksi Hujan Merata Desember
Surabaya Perkuat Pencegahan Campak, Orang Tua Diminta Lengkapi Imunisasi MR
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 20 Ribu, Buyback Merosot Rp 25 Ribu

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Polda Jatim Gerebek Sarang Narkoba Jalan Kunti Surabaya, Belasan Orang Diamankan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Tak Bergerak Usai Anjlok Rp 20.000

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Jual Miras Eceran Tak Sesuai Izin, Toko di Surabaya Disegel

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Karhutla Ganggu 1.813 Penerbangan, Mayoritas Dibatalkan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Surabaya Dilirik Singapura, 3 Sektor Tata Kota Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: dok Emas Antam/Ist)

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Tak Bergerak Usai Anjlok Rp 20.000

Rabu, 14 Okt 2026 - 10:25 WIB

Menekan peredaran miras ilegal dan toko penjual miras ilegal, Satpol PP Surabaya melakukan razia. (Foto: dok Satpol PP Surabaya)

Bicara Kota

Jual Miras Eceran Tak Sesuai Izin, Toko di Surabaya Disegel

Rabu, 14 Okt 2026 - 09:58 WIB

Ilustrasi (Foto: ist)

Bicara Nasional

Karhutla Ganggu 1.813 Penerbangan, Mayoritas Dibatalkan

Rabu, 14 Okt 2026 - 09:25 WIB

Pengolahan sampah di TPA Benowo diolah menjadi sumber energi terbarukan. (Foto: dok Dikominfo)

Bicara Kota

Surabaya Dilirik Singapura, 3 Sektor Tata Kota Jadi Sorotan

Rabu, 14 Okt 2026 - 09:10 WIB