Bicarasurabaya.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur, terus meluas. Memasuki hari keenam pada Senin (31/8/2026), luas area terdampak kebakaran mencapai 598 hektare. Sejumlah titik api masih menyala.
Kebakaran pertama kali muncul di kawasan Ranu Kembang, sisi barat Pos 4 dekat Ranu Kumbolo, pada Rabu (24/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Luas area terdampak terus bertambah. Pada Jumat (28/8), kebakaran tercatat mencapai 334 hektare. Tiga hari kemudian, luas area terdampak bertambah 264 hektare menjadi 598 hektare.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan api cepat merambat karena kondisi geografis kawasan dan cuaca.
“Lokasi obyek terbakar berada pada tebing dengan kemiringan yang sangat terjal dan angin bertiup cukup kencang yang mengakibatkan kebakaran cepat meluas,” kata Gatot, Senin (31/8/2026).
Sejumlah Titik Api Masih Menyala
Gatot menyebut api masih terpantau di kawasan Gunung Kepolo, Jambangan, Po’o dan Ayak-ayak atau sekitar Ranu Kembang.
Sementara itu, kawasan Ranu Kumbolo dan Tanjakan Cinta yang sempat terdampak kebakaran dilaporkan sudah padam.
Tim gabungan kini membuat sekat bakar di kawasan Ayak-Ayak dan Po’o untuk menghambat penyebaran api.
“Tim gabungan melakukan pembuatan sekat bakar di kawasan Ayak-Ayak dan Po’o untuk membatasi penyebaran api agar tidak meluas,” ujarnya.
Pemadaman melalui jalur darat juga dilakukan di jalur pendakian antara Pos 1 dan Pos 2. Upaya ini dilakukan untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area sekitarnya.
BPBD Jawa Timur turut berkoordinasi dengan Pengelola Taman Nasional Wilayah III dan mendistribusikan fire ball sebagai dukungan dalam penanganan dan pengendalian karhutla.
Hingga saat ini, aktivitas pendakian Gunung Semeru masih ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. (BS/za)









