Seni Tradisi Surabaya Menguat, Komunitas Rasakan Dukungan Fasilitas

- Publisher

Senin, 20 April 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Eksistensi seni tradisi seperti ludruk dan reog di Surabaya menunjukkan tren peningkatan. Dukungan fasilitas dan program dinilai turut mendorong keberlangsungan kesenian tersebut.

Pendiri Komunitas Ludruk Luntas, Robert Bayonet, menyebut pelaku seni mulai merasakan dukungan, terutama dalam penyelenggaraan kegiatan dan pelestarian ke masyarakat.

“Belum sepenuhnya, tapi cukup terasa saat kami membuat event atau mengenalkan ludruk ke masyarakat,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Salah satu program yang dirasakan manfaatnya adalah “Ludruk Merdeka” yang digelar keliling kampung. Program ini dinilai efektif mendekatkan kesenian tradisional ke publik.

Dari sisi fasilitas, akses tempat latihan disebut relatif mudah selama mengikuti prosedur. Pelaku seni dapat memanfaatkan ruang seperti Gedung Nasional Indonesia dan Balai Pemuda.

Robert juga menilai rencana perubahan Dewan Kesenian menjadi Dewan Kebudayaan Surabaya sebagai langkah positif karena memperluas cakupan perhatian terhadap sektor budaya.

Baca Juga:  Razia Gabungan di Rutan Medaeng, Petugas Sita HP hingga Kabel Listrik

Menurutnya, perkembangan ludruk di Surabaya terlihat dari bertambahnya kelompok baru setiap tahun. Karena itu, ia berharap perhatian terhadap komunitas seni tradisi bisa lebih intensif.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Perhimpunan Unit-Unit Reog Surabaya, Budi Sutrisno. Ia mendukung penguatan kelembagaan budaya selama berdampak pada kemajuan kesenian.

“Kalau untuk kemajuan kesenian, kami sangat setuju,” ujarnya.

Ia berharap ke depan tidak hanya ada dukungan fasilitas, tetapi juga ruang dialog antara pemerintah dan pelaku seni agar arah kebijakan lebih dipahami.

Baca Juga:  Seniman Surabaya Soroti DKS, Dinilai Tak Lagi Jadi Ruang Berkarya

Sejauh ini, ia menilai dukungan terhadap kegiatan reog berjalan cukup baik. Pertunjukan rutin bahkan digelar hampir setiap akhir pekan dan hari libur.

Kondisi tersebut menunjukkan kesenian tradisional di Surabaya tidak hanya bertahan, tetapi mulai menemukan ruang tumbuh—meski tetap membutuhkan penguatan dukungan agar berkelanjutan.(BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB