Kekeringan Meluas, Jatim Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Datangkan Hujan

- Publisher

Senin, 7 September 2026 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Adpim Pemprov Jatim

i

Foto: dok Adpim Pemprov Jatim

Bicarasurabaya.com – Kekeringan yang meluas di Jawa Timur mendorong Pemprov Jatim menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC). Langkah ini akan dilakukan jika terdapat potensi awan yang masuk ke wilayah daratan Jatim dan memungkinkan untuk dipicu menjadi hujan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan OMC menjadi salah satu upaya yang disiapkan untuk menghadapi kondisi kekeringan yang semakin meluas. Pemprov Jatim masih memantau potensi awan sebelum menentukan pelaksanaannya.

“Kalau ada awan potensial masuk ke daratan, kita akan lakukan modifikasi cuaca,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima bicarasurabaya.com, Senin (7/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rencana tersebut disiapkan di tengah kondisi kekeringan yang telah berdampak pada 20 kabupaten di Jatim. Hingga 5 September 2026, daerah yang mendapat dropping air meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Lumajang, Pamekasan, Bangkalan, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Mojokerto, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, dan Pacitan.

Baca Juga:  Ratusan Santri Keracunan MBG, BBPOM Periksa Dapur Penyedia

Bantuan Air Tetap Berjalan

Sambil menunggu peluang pelaksanaan OMC, penanganan kebutuhan air bersih terus dilakukan. Di Pasuruan, sebanyak 19.837 warga dari 6.556 keluarga terdampak kekeringan mendapat bantuan air.

Pemprov Jatim menyalurkan 45 tandon berkapasitas 1.200 liter dan 500 jeriken berkapasitas 15 liter. Bantuan tersebut menyasar empat kecamatan, yakni Lumbang, Pasrepan, Winongan, dan Kejayan.

Lumbang menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, mencapai 8.966 orang dari 2.923 keluarga. Di wilayah ini, BPBD juga mendistribusikan 6.000 liter air, tiga tandon, 50 jeriken, serta mengerahkan tiga truk tangki berkapasitas masing-masing 6.000 liter.

Baca Juga:  Khofifah Pastikan Dua Jembatan Putus di Lumajang Ditargetkan Selesai Akhir 2025

Namun, distribusi air tersebut masih menjadi solusi sementara. Pemkab Pasuruan tengah mencari penanganan yang lebih permanen bagi wilayah yang setiap tahun mengalami kekeringan.

Berharap Hujan Segera Turun

Khofifah mengatakan koordinasi antara Pemprov Jatim dan pemerintah daerah akan terus dilakukan untuk memperluas jangkauan bantuan. Selain distribusi air, bantuan kebutuhan pokok juga diberikan kepada warga terdampak.

Pemprov Jatim juga mengajak masyarakat dan tokoh agama untuk bersama-sama berdoa agar hujan segera turun. Khofifah menyebut salat istisqa dapat menjadi salah satu ikhtiar masyarakat menghadapi musim kering.

Baca Juga:  Pemkot Kebut Proyek Drainase Jelang Musim Hujan, Wali Kota Eri: Pengerjaan Capai 70 Persen

Status siaga kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan di Jatim sendiri telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jatim Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 pada 26 Mei 2026. Status tersebut berlaku selama 133 hari untuk seluruh 38 kabupaten/kota di Jatim.

Dengan OMC yang mulai disiapkan, Pemprov Jatim kini menunggu kondisi awan yang memungkinkan untuk dilakukan penyemaian. Sementara itu, dropping air tetap menjadi andalan untuk memastikan kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak kekeringan tetap terpenuhi. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB