Musim Hujan Dekat, Surabaya Perkuat Pencegahan Penyakit Zoonosis

- Publisher

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinkes Surabaya Perkuat Antisipasi Penyakit Menular dari Hewan. (Foto: dok Diskoimnfo)

i

Dinkes Surabaya Perkuat Antisipasi Penyakit Menular dari Hewan. (Foto: dok Diskoimnfo)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Fokus utama diarahkan pada penguatan deteksi dini, edukasi masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor guna mencegah potensi wabah, terutama saat musim hujan.

Upaya tersebut diperkuat melalui Lokakarya Edukasi Pencegahan Penyakit Zoonosis yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya bersama Kementerian Kesehatan, Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas), dan Kelompok Kerja Risk Communication and Community Engagement (RCCE). Kegiatan ini melibatkan berbagai perangkat daerah, puskesmas, puskeswan, PMI, PKK, PD Pasar Surya, hingga media.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Surabaya, dr. Atiek Tri Arini, mengatakan kewaspadaan menjadi kunci utama agar penyakit zoonosis tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami terus memperkuat surveilans, meningkatkan koordinasi dengan sektor kesehatan hewan dan lingkungan, serta mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar memahami risiko dan langkah pencegahannya sejak dini,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga:  Belum Genap Sebulan, Bandit Curanmor Kembali Obok-obok Kawasan Balai Kota Surabaya

Salah satu penyakit yang menjadi perhatian adalah leptospirosis, yang berpotensi meningkat saat musim hujan akibat paparan air yang terkontaminasi urine tikus. Karena itu, Dinkes rutin mengeluarkan surat edaran kewaspadaan banjir kepada seluruh puskesmas, kecamatan, dan kelurahan.

Masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti menggunakan alas kaki saat melewati genangan air, mencuci tangan dengan sabun, serta segera membersihkan diri setelah terpapar air banjir.

“Tikus berkembang biak di lingkungan yang kotor dan lembap. Jika urine tikus mengenai kulit yang terluka, bakteri leptospirosis dapat masuk ke tubuh,” jelas Atiek.

Ia juga meminta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi, nyeri seluruh tubuh tanpa batuk atau pilek, terlebih jika disertai gangguan buang air kecil setelah terpapar banjir.

Baca Juga:  Ulang Tahun Wali Kota Risma Penuh Kejutan, Ada Tangis hingga Tawa

Selain leptospirosis, Dinkes juga meningkatkan kewaspadaan terhadap Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR). Meski Surabaya bukan daerah endemis rabies, warga diminta tetap segera mencari pertolongan medis apabila tergigit hewan yang berpotensi menularkan rabies.

Berdasarkan data Surveilans Kesehatan Daerah (SKDR), Surabaya tidak mencatat kasus suspek flu burung pada manusia maupun antraks sejak 2021 hingga pekan ke-27 tahun 2026. Namun, tren leptospirosis dan GHPR masih menjadi perhatian.

Sepanjang 2025 tercatat 25 suspek leptospirosis dan 40 kasus GHPR. Sementara hingga pekan ke-27 tahun 2026 telah dilaporkan 14 suspek leptospirosis dan 33 kasus GHPR.

Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Surabaya, drh. Wafiroh, mengingatkan masyarakat untuk rutin memvaksinasi hewan peliharaan guna mencegah rabies. Warga juga diminta menghindari kontak dengan unggas yang sakit atau mati mendadak, serta tidak menyembelih maupun mengonsumsi ternak yang sakit karena berisiko menularkan penyakit seperti flu burung dan antraks.

Baca Juga:  Pimpinan DPRD Kota Surabaya 2024-2029 Resmi Ditetapkan

Sementara itu, Program Manager Portkesmas, dr. Basra Ahmad Amru, menilai koordinasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam menghadapi ancaman penyakit zoonosis.

“Jangan sampai ketika wabah muncul, kita tidak siap. Kolaborasi lintas sektor membuat upaya pencegahan dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” katanya.

Senada, Ketua Pokja RCCE Rizky Ika Syafitri menekankan pentingnya penyampaian informasi kesehatan yang akurat kepada masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang baik akan mendorong masyarakat menerapkan langkah-langkah pencegahan sehingga risiko penyebaran penyakit dapat ditekan sejak dini. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB