Bicarasurabaya.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat komitmen transaksi senilai Rp1,066 triliun dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Riau yang digelar di Pekanbaru. Nilai tersebut melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan pelaksanaan misi dagang serupa pada 2020 yang mencapai Rp362,12 miliar.
Komitmen transaksi itu terdiri atas penjualan produk Jawa Timur senilai Rp704,88 miliar dan pembelian komoditas dari Riau sebesar Rp361,15 miliar.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya hubungan perdagangan dan kemitraan ekonomi antardaerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Misi dagang ini kami bangun untuk memperkuat kemitraan antarprovinsi agar bisa tumbuh, berkembang, dan sejahtera bersama,” kata Khofifah dalam keterangannya yang dikutip, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, misi dagang tidak hanya menjadi ajang mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis jangka panjang, memperkuat rantai pasok nasional, serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha di kedua daerah.
Dalam forum tersebut, Jawa Timur menawarkan beragam komoditas, mulai dari olahan daging unggas dan sapi, susu, beras, cabai, bawang merah, bawang putih, rokok, pakan ikan dan udang, benur, pupuk, bibit sapi Madura, kopi green bean, fillet dori, bahan baku baja, hingga produk pangan olahan.
Sebaliknya, Jawa Timur memperoleh pasokan dari Riau berupa udang vaname, arang tempurung kelapa, kelapa jambul, pulp, dan sirip teripang kering.
Khofifah mengungkapkan kebutuhan pulp industri di Jawa Timur hingga kini masih bergantung pada pasokan dari Riau.
“Hampir 99 persen kebutuhan pulp Jawa Timur dipasok dari Riau. Ini menunjukkan hubungan perdagangan kedua daerah saling melengkapi sekaligus membuka peluang memperbesar perdagangan dua arah,” ujarnya.
Selain mencatat transaksi besar, Khofifah juga memaparkan kondisi ekonomi Jawa Timur yang terus tumbuh. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tercatat tumbuh 5,96 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejak 2019 hingga 2026, Pemprov Jawa Timur telah menggelar 52 misi dagang dalam negeri. Dari kegiatan tersebut tercatat komitmen transaksi mencapai Rp40,21 triliun melalui 2.250 transaksi yang melibatkan 2.602 pelaku usaha.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menilai misi dagang ini menjadi momentum memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antardaerah. Ia berharap kolaborasi yang terjalin mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur maupun Riau.(BS/za)











