Mahasiswa ITS Gagas Inovasi Tilang Cerdas

- Publisher

Minggu, 8 November 2020 - 05:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(dari kiri) Raisa Zahra Fadila, Muhammad Akbar Makhbubi, dan Tiara Hikmata Billah menunjukkan fitur yang ada pada Elang System /Ist

i

(dari kiri) Raisa Zahra Fadila, Muhammad Akbar Makhbubi, dan Tiara Hikmata Billah menunjukkan fitur yang ada pada Elang System /Ist


Bicarasurabaya.com – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas sebuah inovasi sistem tilang cerdas yang diberi nama Elang System.

Kolaborasi dari tiga mahasiswa yang berasal dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) serta Departemen Sistem Informasi itu tergabung dalam Tim ION.

Ketua Tim ION, Muhammad Akbar Makhbubi menilai bahwa kasus pelanggaran lalu lintas masih banyak terjadi di Indonesia, sehingga menjadi penyebab masalah lalu lintas lain seperti kemacetan dan kecelakaan. Di Indonesia sendiri, salah satu cara untuk menekan pelanggaran lalu lintas adalah dengan melakukan tilang oleh aparat kepolisian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sayangnya, proses tilang di Indonesia masih marak diwarnai dengan adanya praktik suap atau pungutan liar (pungli), sehingga selain memperburuk citra polisi fenomena ini juga memengaruhi hasil Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia di mata dunia,” kata Bobi, sapaan akrabnya.

Baca Juga:  Bantu Ekonomi Desa, ITS Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

Fenomena itulah yang menggerakkan Bobi bersama dua rekannya, yakni Tiara Hikmata Billah dan Raisa Zahra Fadila, untuk mengembangkan sebuah solusi alternatif dari masalah tilang bernama Electronic Tilang System atau yang disingkat Elang System.

Sistem yang berlogokan mata elang ini bekerja dengan mengintegrasikan data input yang berasal dari tangkapan Closed-Circuit Television (CCTV) serta aduan masyarakat.

Elang System memanfaatkan teknologi Deep Learning pada CCTV serta Artificial Intelligent (AI) dalam pengolahan datanya. “Selanjutnya, hasil olahan data tersebut disajikan dalam basis web serta aplikasi dengan bantuan Framework Laravel,” imbuhnya.

Baca Juga:  Ditangan Mahasiswa ITS, Produk Samping Minyak Jelantah Justru jadi Bermanfaat

Cara kerja serta teknologi yang digunakan sistem ini berbeda dengan sistem tilang elektronik yang pernah ada. Menurut Bobi, Elang System tetap memiliki beberapa keunggulan. Keunggulan itu dituangkan dalam fitur web seperti fitur aduan masyarakat untuk melaporkan praktik pungli, fitur berita yang diperbarui tiap waktu, hingga fitur pembayaran yang beragam sehingga dapat memudahkan proses tilang bagi masyarakat.

Dari segi kebermanfaatannya untuk pemerintah, hasil tangkapan kamera CCTV juga dapat digunakan untuk melakukan Traffic Counting secara otomatis. Sehingga dapat menghimpun data Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) dan data Matriks Asal Tujuan (MAT) dengan lebih cepat dan akurat. Data-data tersebut merupakan data yang penting dalam perencanaan sistem transportasi.

Baca Juga:  Bantu Dongkrak Sektor Pariwisata, Mahasiswa ITS Gagas VR Tourism

“Jika data-data itu diolah, dapat dihasilkan output berupa Decision Support System (DSS) yang dapat membantu pemerintah dalam pengambilan keputusan atau kebijakan,” papar mahasiswa tahun kedua ini.

Inovasi yang digagas oleh Tim ION ini pun berhasil mendapatkan pengakuan di tingkat nasional dengan menyabet medali perak dalam Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (Gemastik) XIII dalam kategori lomba Kota Cerdas (Smart City).

Gemastik XIII sendiri merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersama Telkom University yang berlangsung secara daring, beberapa waktu lalu. (BS02)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB