Kurangi Emisi Karbon, Mahasiswa ITS Gagas Trem Tanpa Pengemudi

- Publisher

Jumat, 15 Juli 2022 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi trem tanpa pengemudi /source: pixabay

i

Ilustrasi trem tanpa pengemudi /source: pixabay

Bicarasurabaya.com – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas inovasi Autonomous Electric Tram (AUTRAM) alias trem tanpa pengemudi bertenaga baterai sebagai moda transportasi masa depan. Trem tersebut diklaim mampu mengurangi emisi karbondioksida di Surabaya sebesar 31 ton per tahun.

Muhammad Ainul Yaqin, Ketua Tim Peneliti mengatakan, gagasan AUTRAM sebagai kendaraan yang menggunakan tenaga baterai ini terbilang masih baru. Ditambah lagi dengan kelebihan baterai yang dapat dicas menggunakan pembangkit tenaga surya.

Ide ini dapat terbilang baru, pemanfaatan energi terbarukannya juga cocok diterapkan di Surabaya,” kata Inung dalam keterangan tertulis, Jumat (15/7/2022).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, bahwa untuk menjalankan trem ini dibutuhkan beberapa sensor. Mulai dari Global Navigation Satellite System (GNSS), Light Detection and Ranging (LIDAR), Radar, hingga kamera dengan fungsinya masing-masing yang saling melengkapi. Seperti pada sensor GNSS, sensor tersebut berfungsi untuk menentukan posisi trem menggunakan sistem navigasi satelit.

Baca Juga:  Mahasiswa ITS Gagas Eduly, Platform Donasi Kebutuhan Sekolah

Selanjutnya, sensor LIDAR digunakan untuk mendeteksi sekaligus memetakan bentuk tiga dimensi dari lingkungan sekitar dengan akurasi yang tinggi. Sedangkan sensor Radar akan mendeteksi dan mengukur jaraknya dengan akurat. “Sensor Radar dapat diandalkan untuk sistem pengereman darurat,” ungkap mahasiswa Departemen Teknik Fisika angkatan 2019 ini.

Selain ketiga sensor tersebut, terdapat pula fitur kamera yang dapat mendeteksi benda di sekitar trem, rambu lalu lintas, serta garis jalan. Hal ini juga didukung dengan kecerdasan buatan yang disebut Movement Authority Limit (MAL). MAL dapat menentukan batas jarak yang diperbolehkan untuk trem bergerak.

Baca Juga:  E-Keramba, Inovasi Mahasiswa ITS Tingkatkan Produktivitas Nelayan

“Dengan begitu, trem dapat bergerak maju, berhenti, mundur, menambah kecepatan, dan mengurangi kecepatan,” tutur Inung.

Inung juga menerangkan bagaimana sistem penggerak pada AUTRAM dijalankan. Tidak seperti trem pada umumnya yang menggunakan tenaga listrik, AUTRAM bergerak dengan baterai bertenaga surya.

“Jika daya pada baterai habis, maka akan diganti dengan baterai baru yang telah dicas di stasiun pengecasan,” tutur pemuda asal Jember ini.

Menggunakan tenaga satu baterai penuh, AUTRAM mampu menempuh jarak hingga 77 kilometer. Selain itu, kendaraan dengan panjang 11,5 meter, lebar 2,7 meter, serta tinggi 3 meter ini juga memiliki keunggulan sistem pembayaran nontunai. Sehingga seluruh sistem pada kendaraan ini dapat dijalankan tanpa tenaga manusia.

Baca Juga:  Mahasiswa ITS Rancang Instalasi Pengolahan Limbah Laundry Berbasis 3R

Tak hanya memanfaatkan energi terbarukan, inovasi Inung bersama rekannya Novandian Rafly Kurniawan yang tergabung dalam Tim Solar ini juga berdampak pada pengurangan emisi karbon. Antara lain, yang berasal dari kendaraan bermotor, kepadatan jalan raya karena banyaknya kendaraan pribadi, serta dihasilkannya sistem transportasi umum kota yang modern.

“Kami berharap Indonesia dapat menjadi yang terdepan dalam pengembangan riset AUTRAM, sehingga tidak bergantung dengan teknologi negara lain,” pungkasnya. (BS02)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB