Jangan Abaikan Petugas Sensus, Data Anda Bisa Pengaruhi Kebijakan

- Publisher

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sensus Ekonomi 2026 Petakan UMKM hingga Perusahaan Besar di Surabaya. (Foto: dok Diskominfo)

i

Sensus Ekonomi 2026 Petakan UMKM hingga Perusahaan Besar di Surabaya. (Foto: dok Diskominfo)

Bicarasurabaya.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Surabaya. Pendataan yang dilakukan hingga Agustus mendatang itu tidak hanya bertujuan menghitung jumlah usaha, tetapi juga memotret kondisi ekonomi masyarakat dan pelaku usaha sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Kepala BPS Surabaya Arrief Chandra Setiawan mengatakan sensus ekonomi merupakan agenda nasional yang digelar setiap 10 tahun sekali. Berbeda dengan pendataan sosial, sensus ini berfokus pada aktivitas ekonomi, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan berskala besar.

Di Surabaya, BPS menargetkan pendataan terhadap sekitar 1.402 usaha besar, 13 ribu usaha menengah, dan sekitar 490 ribu UMKM yang tersebar di berbagai wilayah kota.

“Hasil sensus ini akan menjadi gambaran kondisi ekonomi dan perkembangan usaha yang ada di masyarakat,” kata Arrief, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, data yang terkumpul nantinya akan menjadi salah satu pijakan bagi pemerintah dalam menyusun berbagai program ekonomi, mulai dari pengembangan usaha, investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga pemberdayaan UMKM.

Karena itu, kualitas data sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dan pelaku usaha saat petugas melakukan pendataan. BPS mengakui masih menghadapi tantangan di lapangan, salah satunya kejenuhan responden yang merasa terlalu sering diminta memberikan data.

Baca Juga:  Tiga Kebakaran Terjadi di Surabaya dalam Sehari, Satu Sopir Alami Luka Bakar

Meski demikian, Arrief optimistis target pendataan dapat tercapai melalui pendekatan persuasif yang dilakukan petugas sensus.

Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS menerjunkan sekitar 1.980 petugas dan pengawas. Hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 800 perusahaan besar telah didata. Sementara dalam dua hari pertama pendataan door to door, sekitar 8.000 unit usaha telah berhasil dijangkau.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang turut menjadi responden sensus menilai pembaruan data perlu dilakukan secara berkala agar kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat terpetakan dengan lebih akurat.

Baca Juga:  Usai Anjlok, Harga Emas Antam Naik ke Rp 2,743 Juta per Gram

“Updating data memang harus dilakukan agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat,” ujar Eri.

Menurutnya, data yang akurat tidak hanya membantu pemerintah membaca pergerakan ekonomi, tetapi juga memperkuat transparansi dalam penyaluran berbagai program bantuan dan pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung hingga 31 Agustus mendatang. Hasil pendataan tersebut nantinya diharapkan tidak sekadar menjadi angka statistik, melainkan menjadi fondasi penting bagi perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB