Bicarasurabaya.com – Fakta mencengangkan kembali terungkap dari operasi penindakan narkoba di kawasan Jalan Kunti, Surabaya. Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim) menemukan 15 siswa SMP positif menggunakan narkotika, hasil dari tes acak terhadap 50 pelajar di sekitar kawasan tersebut.
Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol. Budi Mulyanto menyebut temuan itu sebagai peringatan serius akan meluasnya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
“Anak-anak ini bukan pelaku kriminal, tapi korban yang harus diselamatkan,” ujarnya di Kantor BNNP Jatim, Kamis (13/11/2025).
Operasi yang dilakukan BNNP Jatim pekan ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pendekatan rehabilitatif dan sosial.
Petugas bahkan diterjunkan tanpa atribut ke sekolah-sekolah sekitar Jalan Kunti untuk membangun komunikasi dengan siswa dan guru, sekaligus mendorong program rehabilitasi mandiri.
“Kami datang bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk menyelamatkan. Fokus kami bukan hanya menangkap, tapi menyadarkan,” kata Budi.
Selain pelajar, petugas juga mengamankan 15 orang di bawah umur serta menemukan sejumlah barang bukti yang menunjukkan tingginya aktivitas penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.
Budi mengungkapkan, banyak pengguna di kawasan Jalan Kunti merupakan pekerja harian atau warga berpenghasilan rendah yang dieksploitasi oleh jaringan pengedar untuk mengedarkan narkoba dalam jumlah kecil.
“Ini bentuk kejahatan luar biasa. Mereka merusak kehidupan masyarakat kecil yang hanya ingin hidup layak,” tegasnya.
Meski operasi penindakan telah dilakukan berulang kali, peredaran narkoba di kawasan itu belum juga surut. Budi menilai, lemahnya sinergi antarinstansi menjadi salah satu penyebabnya.
“Kita semua harus duduk satu meja—BNN, kepolisian, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat—untuk membebaskan Jalan Kunti dari cengkeraman bandar,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, BNNP Jatim akan berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya untuk menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi mantan pengguna, termasuk pelatihan keterampilan di bidang bengkel, pertanian, dan perikanan.
“Tujuannya agar mereka punya masa depan dan tidak kembali ke dunia narkoba,” ujar Budi.
Ia menutup dengan ajakan kepada masyarakat dan media untuk ikut aktif dalam upaya pencegahan.
“Ini bukan sekadar penegakan hukum, tapi perjuangan kemanusiaan untuk menyelamatkan generasi muda,” tandasnya.(BS/za)











