Kolaborasi Pemkot dan PA Surabaya Berhasil Tekan Dispensasi Kawin

- Publisher

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dok. Nikah massal Surabaya (Foto: dok Diskominfo)

i

Ilustrasi dok. Nikah massal Surabaya (Foto: dok Diskominfo)

Bicarasurabaya.com – Angka pengajuan dispensasi kawin di Surabaya turun signifikan. Pemerintah Kota Surabaya mencatat penurunan mencapai 61,63 persen berkat kombinasi edukasi masyarakat, penguatan perlindungan anak, hingga kolaborasi dengan Pengadilan Agama (PA) Surabaya.

Penurunan tersebut menjadi indikator semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan, kesiapan mental, dan usia ideal untuk menikah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya Ida Widayati mengatakan, upaya pencegahan pernikahan usia anak dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sejumlah kawasan masih memiliki pandangan bahwa anak tidak perlu melanjutkan pendidikan tinggi setelah lulus sekolah. Karena itu, edukasi diperkuat hingga tingkat lingkungan melalui berbagai program, salah satunya Kampung Pancasila.

Baca Juga:  Tunjungan dan CFD Surabaya Diperketat, Donasi Tanpa Izin Jadi Sasaran

“Upaya ini untuk mengedukasi masyarakat bahwa hak-hak anak harus dipenuhi sampai mereka bisa meraih cita-citanya,” kata Ida.

Selain edukasi, penguatan perlindungan anak juga dilakukan melalui pengawasan lingkungan dan kebijakan pendukung, termasuk pembatasan aktivitas anak pada malam hari. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong pemenuhan hak anak sekaligus mencegah berbagai risiko sosial yang berujung pada pernikahan dini.

Meski angka dispensasi kawin menurun, pendampingan tetap diberikan kepada pasangan yang mengajukan permohonan. Mereka diwajibkan mengikuti kelas calon pengantin yang membahas kesiapan psikologis, ekonomi, kesehatan, hingga kesehatan reproduksi sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Baca Juga:  Tol Timur Didorong Jadi Alternatif Tol Tengah Kota Surabaya

Pencegahan juga dilakukan melalui sosialisasi di sekolah dan pondok pesantren. Materi yang diberikan mencakup kesehatan reproduksi, internet sehat, serta edukasi mengenai dampak pernikahan usia anak.

Layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan program Bina Keluarga Remaja juga terus diperkuat sebagai upaya preventif untuk mendampingi anak dan keluarga.

Sementara itu, Ketua PA Surabaya Mufi Ahmad Baihaqi menilai penurunan dispensasi kawin tidak lepas dari mekanisme pemeriksaan yang kini lebih ketat.

Setiap pemohon dispensasi kawin diwajibkan melampirkan rekomendasi kesiapan reproduksi dari fasilitas kesehatan serta rekomendasi psikolog sebagai bahan pertimbangan majelis hakim sebelum memutus perkara.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Mufi.

Baca Juga:  Rumah Dua Lantai di Gang Sempit Terbakar, Petugas Tarik Selang Hingga 220 Meter

Ia menjelaskan, mayoritas permohonan yang dikabulkan hakim merupakan pasangan yang usianya sudah mendekati batas minimal pernikahan, yakni 19 tahun.

Dalam sejumlah kasus, hakim juga mempertimbangkan faktor sosial yang lebih luas. Misalnya, ketika penolakan pernikahan berpotensi memicu konflik antarkeluarga atau menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap kondisi anak.

Mufi menambahkan, meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan dan kesiapan berumah tangga turut berperan dalam menurunkan angka pengajuan dispensasi kawin di Surabaya.

Kombinasi edukasi, pendampingan keluarga, dan seleksi yang lebih ketat terhadap permohonan dispensasi kini menjadi salah satu faktor utama yang menekan praktik pernikahan usia anak di Kota Pahlawan.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB