BRIDA Surabaya Kembangkan Konsep Tambak Modern Ramah Lingkungan

- Publisher

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Diskominfo Surabaya

i

Foto: dok Diskominfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya mulai menyiapkan konsep tambak masa depan di kawasan pesisir Surabaya melalui sistem silvofishery, yakni penggabungan budidaya perikanan dengan penanaman mangrove dalam satu ekosistem.

Konsep ini disiapkan bukan hanya untuk meningkatkan hasil tambak, tetapi juga menjaga lingkungan pesisir dari ancaman abrasi dan perubahan iklim.

Kepala BRIDA Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan pola tambak konvensional perlahan perlu bertransformasi menjadi sistem budidaya yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Ke depan kami ingin kawasan pesisir Surabaya tidak hanya produktif menghasilkan ikan, tetapi juga hijau dan sehat secara ekosistem,” kata Agus, Selasa (26/5/2026).

Dalam konsep silvofishery, mangrove ditanam di area tambak tanpa mengurangi produktivitas budidaya ikan. Berdasarkan hasil riset BRIDA, keberadaan mangrove justru membantu menciptakan ekosistem alami yang mendukung pertumbuhan biota perairan.

BRIDA bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya kini menyiapkan sejumlah tambak percontohan di kawasan pesisir. Langkah itu dilakukan agar masyarakat dapat melihat langsung hasil penerapan sistem tersebut sebelum diterapkan lebih luas.

Baca Juga:  Layanan Kurban RPH Surabaya Diserbu, 73 Sapi Sudah Terdaftar

Tak hanya fokus pada budidaya perikanan, Surabaya juga menyiapkan pengembangan ekonomi pesisir berbasis inovasi pangan. BRIDA menggandeng sejumlah kampus untuk menciptakan menu khas pesisir berbahan hasil laut lokal.

Agus menyebut pengembangan kawasan mangrove di Surabaya juga akan diarahkan menjadi pusat konservasi, edukasi, hingga riset lingkungan perkotaan.

Saat ini kawasan mangrove Surabaya tersebar di wilayah Gunung Anyar dan Wonorejo. Kawasan tersebut dinilai menjadi aset penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir di tengah pesatnya pembangunan kota.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Chromebook, Wali Kota Eri Cahyadi Serahkan Data Sekolah ke Kejagung

Dengan konsep silvofishery, Surabaya tidak hanya mengejar peningkatan produksi perikanan, tetapi juga mulai membangun wajah pesisir masa depan yang lebih hijau, produktif, dan berkelanjutan.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB