Hari Kartini, Peran Perempuan Didorong untuk Tekan AKI

- Publisher

Selasa, 21 April 2026 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Humas Pemprov Jatim

i

Foto: dok Humas Pemprov Jatim

Bicarasurabaya.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) pada peringatan Hari Kartini 2026, Selasa (21/4/2026).

Ajakan ini sejalan dengan tema “Bergerak Bersama Menurunkan Angka Kematian Ibu”, yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam melindungi keselamatan ibu sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Khofifah menegaskan, upaya menekan AKI tidak bisa dilepaskan dari penguatan peran perempuan sebagai subjek pembangunan. “Kesehatan ibu menjadi fondasi utama dalam mencetak SDM unggul,” ujarnya di Surabaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas generasi, memperkuat ketahanan keluarga, hingga menjaga keberlanjutan pembangunan sosial dan ekonomi. Karena itu, peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas.

Baca Juga:  Ekonomi Jatim Melaju 5,84 Persen, TPT Turun di Bawah Nasional

Pemprov Jawa Timur, lanjut Khofifah, telah melakukan berbagai langkah, mulai dari penguatan layanan kesehatan hingga pemanfaatan teknologi. Salah satunya melalui aplikasi e-Desi untuk deteksi dini risiko hipertensi pada ibu hamil.

Selain itu, layanan kesehatan juga diperluas melalui pengembangan pusat layanan stroke, jantung, dan onkologi, serta layanan bergerak untuk menjangkau wilayah kepulauan.

Upaya tersebut berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta prevalensi stunting yang ditekan hingga 14,7 persen pada 2025. Meski demikian, Khofifah menekankan perlunya penguatan sinergi lintas sektor.

Baca Juga:  Hujan Pagi Rendam Sejumlah Kawasan Surabaya, Ini Penjelasan DSDABM

“Penurunan angka kematian ibu bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi gerakan bersama,” tegasnya.

Dari sisi pembangunan gender, Jawa Timur mencatat kemajuan. Indeks Pembangunan Gender (IPG) 2025 mencapai 93,29, meningkat dari 92,19 pada tahun sebelumnya dan melampaui rata-rata nasional. Sementara Indeks Ketimpangan Gender (IKG) tercatat 0,347, lebih rendah dari nasional 0,421.

Partisipasi perempuan juga menunjukkan tren positif, dengan keterwakilan di legislatif sekitar 20 persen dan tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 60,64 persen.

Meski capaian membaik, Khofifah mengingatkan masih ada tantangan, seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan dini, serta stunting yang berisiko pada kesehatan ibu.

Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Jatim memperkuat perlindungan perempuan melalui optimalisasi UPTD PPA dan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di berbagai daerah.

Baca Juga:  Tilang Manual Kembali Berlaku di Surabaya, Polisi Tegaskan Nol Toleransi Pungli

Di tingkat global, Khofifah juga menyoroti peran perempuan Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia, termasuk inisiatif Muslimat NU yang menyampaikan imbauan kepada Sekjen PBB terkait penghentian konflik dan penguatan peran perempuan dalam diplomasi damai.

Ia menegaskan, perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi aktor utama yang menentukan arah kemajuan bangsa.

Momentum Hari Kartini, lanjut Khofifah, harus dimanfaatkan untuk memperkuat peran perempuan sekaligus memastikan kesehatan ibu sebagai prioritas. Dengan begitu, generasi yang lahir diharapkan lebih sehat, kuat, dan berdaya saing.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB