Bicarasurabaya.com – Sebanyak 3.445 wisatawan memilih mengajukan refund tiket setelah kawasan wisata Gunung Bromo masih ditutup akibat kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama mengatakan penutupan kawasan masih berlaku hingga ada pengumuman resmi mengenai pembukaan kembali.
“Benar kawasan TNBTS masih ditutup. Selama belum ada pengumuman pembukaan jadi masih ditutup,” kata Endrip dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (18/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, terdapat 4.234 wisatawan yang telah memesan tiket untuk periode 9-16 Agustus 2026. Rinciannya, 3.802 wisatawan nusantara dan 432 wisatawan mancanegara.
Dari jumlah tersebut, 3.445 wisatawan telah mengajukan refund. Sebanyak 3.125 di antaranya merupakan wisatawan nusantara dan 320 wisatawan mancanegara.
Sementara itu, 82 wisatawan memilih menjadwalkan ulang atau reschedule. Seluruh wisatawan yang memilih opsi tersebut merupakan WNI.
“Yang belum mengajukan refund maupun reschedule masih ada 707 wisatawan. Jumlah itu terdiri dari 595 wisatawan lokal dan 112 wisatawan asing,” ujar Endrip.
Akses menuju kawasan wisata Bromo sebelumnya mulai dibatasi sejak 3 Agustus 2026 melalui pintu masuk Jemplang, Kabupaten Malang, dan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Namun, kondisi kebakaran dan luasan area terdampak yang terus berkembang membuat Balai Besar TNBTS menutup seluruh pintu masuk kawasan mulai Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB.
Penutupan dilakukan untuk mendukung proses pemadaman sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan wisatawan.
Lima akses yang ditutup meliputi Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.
Meski api telah dinyatakan padam total pada Jumat (14/8/2026) pagi, petugas masih memantau sejumlah titik panas yang berpotensi kembali menjadi titik api.
Karena itu, kunjungan wisatawan ke kawasan Bromo belum dibuka kembali. Balai Besar TNBTS masih menunggu kondisi benar-benar aman sebelum mengumumkan pembukaan kawasan. (BS/za)









