Pemkot Surabaya Dukung Pasar Kayoon Jadi Ikon Wisata Batu Permata Nusantara

- Publisher

Jumat, 3 April 2026 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat meninjau stan pedagang batu permata di Pasar Kayoon Kamis (2/4/2026). (Foto: Pemkot Surabaya)

i

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat meninjau stan pedagang batu permata di Pasar Kayoon Kamis (2/4/2026). (Foto: Pemkot Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyatakan siap untuk mendukung pengembangan Pasar Kayoon menjadi destinasi wisata batu permata Nusantara. Pasar tersebut dinilai berpotensi besar menjadi pusat perdagangan dan pengrajin batu permata di Kota Pahlawan.

Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat menerima aspirasi dari Persatuan Pedagang dan Pengrajin Batu Permata Indah (P3-BAPIN) Taman Wisata Kayoon pada Kamis (2/4/2026).

Ketua P3-BAPIN Taman Wisata Kayoon Surabaya, Nuri Fansyah, menyampaikan saat ini terdapat puluhan stan pedagang batu permata di Pasar Kayoon.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat ini kumpulan batu-batu pedagang yang ada itu kurang lebih 60 stan, baik stan yang open atau yang tertutup,” kata Nuri.

Nuri mengapresiasi perhatian Wali Kota Eri Cahyadi terhadap pelaku UMKM di Pasar Kayoon. Ia berharap, dukungan konkret dari Pemkot Surabaya dapat mendongkrak aktivitas ekonomi pedagang di pasar tersebut.

Baca Juga:  Arahan Wali Kota Eri kepada Puskesmas Jika Ada Kasus DBD

“Harapan saya dan harapan kita semua mungkin bisa membantu bagaimana pasar ini bisa lebih bergairah, bisa lebih hidup,” jelas Nuri.

Menurut dia, kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil, membuat pelaku usaha di Pasar Kayoon berada dalam posisi sulit. Makanya, ia berharap ada dukungan berkelanjutan agar pasar dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik kunjungan wisatawan.

“Harapan kita semua mudah-mudahan ini bisa menjadikan destinasi dan kunjungan dari pemerintah kota, pemerintah provinsi, atau pengusaha lainnya, supaya pasar ini bisa berkesinambungan,” harapnya.

Sementara itu, Wali Kota Eri Cahyadi menyebut, pengembangan Pasar Kayoon selama ini terkendala status kepemilikan lahan yang bukan merupakan aset Pemkot Surabaya.

Baca Juga:  Dishub Surabaya Terjunkan Ratusan Personel Urai Kepadatan di Kawasan Wisata

Oleh karena itu, ia meminta jajarannya agar menelusuri kepastian status lahan untuk memastikan proses penataan dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

“Pusatnya batu permata itu di Kayoon, jadi perlu sentuhan, tapi saya belum tahu ini asetnya siapa. Maka kalau bukan aset milik pemerintah kota, saya harus amit (izin) dulu sama yang punya aset,” ujar Eri menanggapi aspirasi dari para pedagang.

Eri mengatakan, berdasarkan informasi awal, kawasan tersebut kemungkinan merupakan aset milik pemerintah provinsi atau Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Karena itu, setiap rencana pembangunan harus melalui proses perizinan.

“Jadi kenapa selama ini pemerintah kota tidak bisa menyentuh, karena ini bukan asetnya pemerintah kota,” ucap dia.

Oleh karenanya, Eri juga meminta P3-BAPIN Taman Wisata Kayoon untuk mengajukan izin kepada pengelola maupun pemilik lahan pasar tersebut. Nah, jika izin disetujui, pemkot siap mendukung penataan dan pengembangan pasar batu permata tersebut.

Baca Juga:  Jika Tak Mampu Capai Target, Pejabat Struktural Pemkot Surabaya Bisa Diganti

“Insyaallah kalau nanti diizinkan sama yang punya untuk dikelola dan dikembangkan, kita pasti akan bangun di tahun ini,” ujar Eri.

Eri menilai Pasar Kayoon berpotensi dikembangkan untuk menjadi ikon wisata batu permata di Kota Pahlawan. Untuk itu, ia berharap, perbaikan kawasan, pengaturan alur, hingga pembangunan gapura dapat direalisasikan agar lebih menarik bagi wisatawan.

“Kalau nanti sudah diizinkan, saya berharapnya di Mei ulang tahunnya Surabaya sudah menjadi ikon Surabaya yang baru. Jadi ada Kota Lama, ada Jalan Tunjungan, ada Kebun Raya Mangrove, ada Batu Permata Nusantara,” tandasnya. (*/Yan/BS)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB