Inflasi Surabaya Pada Januari 2024 Terendah Selama Lima Tahun Terakhir

- Publisher

Sabtu, 17 Februari 2024 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau stok dan harga bahan pokok di pasar tradisional beberapa waktu lalu /dok. Pemkot Surabaya

i

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau stok dan harga bahan pokok di pasar tradisional beberapa waktu lalu /dok. Pemkot Surabaya


Bicarasurabaya.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat Inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) dan juga inflasi year-to-date (y-to-d) pada bulan Januari 2024 berada di angka -0,26 persen.

Sedangkan inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) pada bulan Januari 2024 sebesar 2,40 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,38.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Surabaya Vykka Anggradevi Kusuma menjelaskan bahwa inflasi Surabaya pada bulan Januari 2024 ini terendah selama 5 tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, pada Januari 2020 inflasi Surabaya berada di angka 0,50 persen, pada 2021 sebesar 0,32 persen, lalu pada 2022 sebesar 0,46 persen, kemudian pada 2023 sebesar 0,36 persen, dan pada 2024 berada di angka -0,26 persen.

“Artinya, pada bulan Januari 2024 Kota Surabaya mengalami deflasi sebesar 0,26 persen, dan ini ternyata inflasi Surabaya terendah selama 5 tahun terakhir,” kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Surabaya Vykka Anggradevi Kusuma, Sabtu (17/2/2024).

Baca Juga:  Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,76% Sepanjang 2025

Menurutnya, ada 5 komoditas yang menyumbang inflasi terbesar pada bulan Januari 2024, yaitu tomat 0,06 persen, tukang bukan mandor 0,03 persen, bawang merah 0,03 persen, mobil 0,02 persen, dan bawang putih 0,01 persen.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau stok dan harga bahan pokok di pasar tradisional beberapa waktu lalu /dok. Pemkot Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau stok dan harga bahan pokok di pasar tradisional beberapa waktu lalu /dok. Pemkot Surabaya

Adapun penyebab komoditas volatile food atau pangan bergejolak yang turut menyumbang inflasi Kota Surabaya bulan Januari seperti tomat dan bawang merah diantaranya karena hasil panen para petani yang berkurang imbas perubahan cuaca. Hal ini menyebabkan ketersediaan menjadi berkurang sehingga harga mengalami kenaikan.

“Selain itu, pemenuhan kebutuhan bawang putih dalam negeri hampir semuanya berasal dari impor. Adanya kenaikan harga bawang putih disebabkan karena harga bawang putih dari daerah asal (impor) juga mengalami kenaikan, sehingga berimbas adanya kenaikan harga bawang putih di dalam negeri,” katanya.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan berbagai upaya dalam mengendalikan inflasi, diantaranya dengan melakukan kerjasama serta berkoordinasi dengan Bulog dalam penyaluran Beras SPHP yang disalurkan lewat Wartek Inflasi. Bahkan, pemkot juga rutin melakukan operasi pasar minyak di pasar tradisional.

Baca Juga:  Di Momen Idulfitri 1444H, Wali Kota Eri: Waktunya Kita Ciptakan Kesejahteraan di Surabaya

“Kami dari TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Surabaya juga melakukan identifikasi kebutuhan pasokan bapokting yang berasal dari pasar PD Pasar Surya, pasar binaan dinkopdag, RSUD, restoran, SWK binaan Dinkopdag, serta toko kelontong binaan Dinkopdag guna pemenuhan kebutuhan ketersediaan,” kata dia.

Sedangkan dalam rangka menjaga kestabilan harga bahan pokok, pemkot terus menjalin kerjasama antar daerah, baik dengan Pemerintah Kabupaten Blitar, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kabupaten Malang, Ngawi, dan Sumenep dalam rangka pemenuhan komoditas, mulai dari beras, cabai, dan juga bawang merah.

“Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah juga terus dilakukan Pemkot Surabaya di Rusun Panjaringan Sari Kecamatan Rungkut guna membantu masyarakat Kota Surabaya untuk memperoleh bahan Pangan dengan harga yang terjangkau,” tegasnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau stok dan harga bahan pokok di pasar tradisional beberapa waktu lalu /dok. Pemkot Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau stok dan harga bahan pokok di pasar tradisional beberapa waktu lalu /dok. Pemkot Surabaya

Dengan berbagai terobosan itu, TPID berharap Kota Surabaya selalu stabil dan tetap pada rentang sasaran target inflasi nasional tahun 2024, yaitu sebesar 2,5%±1 pada akhir tahun 2024 mendatang, sehingga capaian nilai inflasi month to month/bulanan dapat deflasi maupun inflasi asalkan tetap pada rentang sasaran target inflasi.

Baca Juga:  Pelayanan Puskesmas Tetap Buka Selama Libur Lebaran

“Inflasi maupun deflasi dapat membahayakan apabila berada pada tingkat tertentu atau berlebihan, sehingga pemerintah pusat membuat kebijakan dengan menetapkan sasaran rentang target inflasi yaitu sebesar 2,5%±1 pada tahun 2024, agar inflasi dapat terkendali dan stabil. Perekonomian suatu wilayah dapat dikatakan baik apabila harga barang dan jasa mengalami kestabilan,” ujarnya.

Oleh karena itu, agar kondisi Surabaya tetap stabil dan normal, Tim Pengendalian Inflasi Kota Surabaya terus melakukan upaya pengendalian inflasi dengan berpedoman pada langkah pengendalian inflasi nasional yaitu 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan Komoditas, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif).

Di samping itu, TPID Kota Surabaya juga secara kontinyu memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat Kota Surabaya melalui media sosial maupun media massa untuk selalu belanja bijak, diversifikasi makanan, dan stop boros pangan.

“Imbauan kepada warga Surabaya ini tidak hanya dilakukan ketika Surabaya mengalami deflasi, tapi dilakukan secara kontinyu,” pungkasnya. (ADV)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB